RAKYAT ACEH | BLANGPIDIE – Puluhan masyarakat petani Gampong Guhang, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, mengadakan tradisi kenduri Gunung yang saban tahun dilakukan agar hasil produksi tanaman semakin meningkat, Minggu (11 Januari 2026).
Kenduri gunong yang berlangsung di gunung itu sudah menjadi tradisi turun temurun yang digelar setiap tahun. Pelaksanaannya dipimpin oleh ketua Seuneubok.
Keuchik Gampong Guhang, Venny Kurnia dilokasi kenduri menyebutkan, kenduri tersebut sangat baik dilaksanakan disamping menjaga budaya leluhur secara turun temurun juga dapat menjalin tali silaturahim sesama petani kebun
Menurutnya, kenduri ini merupakan suatu bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT, sehingga hasil panen tanaman berbuah menjadi berkah.
“Ini suatu bentuk rasa syukur dan mencari keberkahan dari seluruh pohon yang memberi manfaat dan hasil kepada masyarakat yang merupakan bagian dari rezeki diberikan Allah SWT,” kata Keuchik Venny.
Selain itu Venny menyebutkan, dalam kawasan pegunungan wilayah Guhang sudah disediakan cahaya yaitu tiang listrik lengkap dengan lampu tenaga Surya dan puluhan tiang listrik lain yang sedang dalam proses pemasangan kabel dan lampu.
“Sebanyak 15 batang tiang listrik yang lampunya menggunakan tenaga Surya itu merupakan bantuan APBA yang disalurkan melalui Bupati Abdya, Safaruddin. Sedangkan puluhan tiang lain menggunakan Dana desa,”katanya.
Venny menegaskan untuk bersabar bagi petani kebun yang belum sampai tiang listrik menuju kekebunnya, karena masih dalam proses pemasangan. “Artinya, dalam tahun 2026 ini kita tuntaskan penerangan listrik ke setiap jalan kebun,”sebutnya.
Pada kesempatan itu, Keuchik Venny juga mengharapkan kepada masyarakat Guhang khususnya yang memiliki lahan di pegunungan agar segera untuk melakukan pembersihan dan penanaman dengan tujuan lahan tidak menjadi semak belukar.
“Jangan gara-gara kebun kita yang masih semak belukar, menjadi hama bagi lahan dan tanaman tetangga,”katanya sembari menghimbau untuk sama-sama mengingatkan kepada pemilik kebun yang belum terurus.
Sebelum santap siang bersama, masyarakat petani terlebih dulu melakukan baca Yasin dan zikir yang berakhir dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tengku Said Rahmat. Hadir juga saat itu pendamping Gampong, Agus Rahman.
Kemudian dilanjutkan santunan anak yatim yang ada di desa setempat yang diberikan oleh Kechik Venny. Sementara bagi anak yatim yang tidak hadir akan diantar langsung kerumahnya. (mat).
Tidak ada komentar