Kepala Bappeda Bireuen, Bob Mizwar (dua dari kiri), menerima penghargaan sebagai Peringkat 2 Penilaian Kinerja Penurunan Stunting di Hotel Ayani Banda Aceh, Senin (6/10).
AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEHRAKYATACEH | BIREUEN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat 2 dalam Penilaian Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Percepatan Penurunan Stunting tahun 2024 tingkat Provinsi Aceh.

Penganugerahan tersebut diselenggarakan oleh Bappeda Aceh di Hotel Ayani Banda Aceh, Senin (6/10).
Kepala Bappeda Kabupaten Bireuen, Bob Mizwar, yang juga Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bireuen, menerima langsung penghargaan tersebut dari pelaksana tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Drs Syakir MSi.
Kepada awak media, Senin (6/10) Bob Mizwar mengaku, prestasi tersebut menjadi kado istimewa menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bireuen ke-26, bertepatan dengan 12 Oktober 2025 mendatang.
Disebutkan, Bireuen konsisten masuk dalam tiga besar selama empat tahun terakhir. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kerja keras lintas sektor dalam mengatasi masalah gizi kronis.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi para pihak, sistem pendukung pemerintah daerah, dan tentu saja political will pimpinan yang dituangkan dalam kerangka kebijakan percepatan penurunan stunting, khususnya melalui peraturan bupati,” ujar Bob Mizwar.
Ia juga menyebutkan, Bireuen menunjukkan peningkatan kinerja satu tingkat dari tahun sebelumnya yang berada di Peringkat 3. Meskipun angka stunting Bireuen tahun lalu masih di atas rata-rata nasional, Bob Mizwar menegaskan bahwa ada penurunan signifikan dari 32,9 persen menjadi 27,1 persen.
“Penilaian kinerja ini mencakup delapan aksi percepatan, antara lain analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, regulasi/peran desa, pembinaan pelaku (kader), sistem manajemen data, pengukuran & publikasi data, serta reviu kinerja,” kata Bob Mizwar.
Data tersebut, katanya, diinput ke dalam aplikasi website Bina Bangda Kemendagri dan selanjutnya dinilai oleh Tim Panelis Aceh yang melibatkan unsur SKPA, BKKBN, dan akademisi.
Informasi dihimpun media ini, selain Peringkat 2 diraih Kabupaten Bireuen, di posisi Peringjat 1 ditempati oleh Kabupaten Bener Meriah, dan Peringkat 3 diraih Aceh Tamiang. (akh)
Tidak ada komentar