
RAKYAT ACEH | REDELONG – Tokoh muda Bener Meriah, Munawir Arloti mendesak Komisi Yudisial untuk segera memeriksa hakim yang memvonis delapan bulan penjara terhadap terdakwa Fernando Safa anak dari salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Salwani.

Menurut Munawir, vonis yang dijatuhkan itu benar – benar tidak adil dibandingkan terdakwa Ansardi seorang tukang pangkas warga Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo dalam kasus serupa yaitu narkotika jenis sabu.
Bayangkan, Ansardi hanya tukang pangkas dengan barang bukti 0,3 gram sabu divonis dua tahun penjara. Sementara anak anggota dewan yang membawa 1,1 gram sabu, hanya delapan bulan. Logika hukumnya di mana? Ini jelas mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegas Munawir kepada Rakyat Aceh Kamis (23/10).
Ia juga mengaku ikut merasakan kekecewaan yang dirasakan keluarga Ansardi saat mendengar dua vonis berbeda itu dibacakan di hari yang sama.
“Tentu keluarga Ansardi kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil. Saya menduga kuat ada permainan di balik putusan hakim PN Simpang Tiga Redelong ini,” katanya.
“Tentu keluarga Ansardi kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil. Saya menduga kuat ada permainan di balik putusan hakim PN Simpang Tiga Redelong ini,” katanya.
Munawir pun mendesak Komisi Yudisial (KY) untuk segera turun tangan dan memeriksa hakim yang menangani perkara tersebut.
“KY tidak boleh diam. Publik hari ini sudah kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum di Bener Meriah. Bila perlu, kita akan buat laporan resmi agar dugaan pelanggaran etik hakim ini bisa diusut tuntas,” ujarnya.
Menurutnya, Komisi Yudisial adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim, sekaligus menerima laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran etik dan perilaku tidak profesional.
“KY harus menunjukkan fungsinya sebagai pengawas etik hakim. Jangan biarkan keadilan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan nada satir, “Andai saja Ansardi itu anak anggota DPR, mungkin hukumannya akan sama ringan dengan Fernando Safa. Wallahu a’lam bisshowab.”kata Munawir.(Uri)
Tidak ada komentar