x

Sidak Dini Hari, Dinkes Lhokseumawe Bongkar Celah Sanitasi di Dapur Program Makan Bergizi Gratis

waktu baca 3 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 20:54 1 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH
Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) sejak pukul 03.00 WIB dinihari pada Sabtu (23/5/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sekaligus memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar keamanan pangan, higiene, dan sanitasi sebelum makanan didistribusikan kepada ribuan penerima manfaat.

Sidak berlangsung menyeluruh mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, pemasakan, hingga pemorsian makanan. Tim Dinkes juga melakukan pemeriksaan menggunakan instrumen Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan pangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Cut Fitri Yani, SKM., MKM., mengatakan pengawasan dini hari sengaja dilakukan agar seluruh tahapan produksi makanan dapat dipantau secara langsung dan optimal.

“Pengawasan dilakukan sejak dini hari untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, mulai dari bahan baku masuk hingga makanan siap didistribusikan. Kami ingin memastikan makanan yang diterima masyarakat benar-benar aman, higienis, dan tidak menimbulkan risiko kesehatan,” ujarnya saat sidak di SPPG Simpang Buloh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah titik kritis yang berpotensi memicu kontaminasi silang apabila prosedur higiene sanitasi tidak diterapkan secara disiplin.

Beberapa temuan yang menjadi perhatian antara lain ruang penyimpanan bahan baku kering yang masih bercampur dengan bahan lain, saluran air yang tergenang, tidak adanya label pada sampel bahan makanan, hingga penggunaan peralatan yang belum seluruhnya memenuhi standar wadah tara pangan.

Selain itu, Dinkes juga menyoroti pola kerja di sejumlah dapur yang dinilai terlalu berorientasi pada kecepatan produksi, namun berisiko mengabaikan standar keamanan pangan.

“Kami memahami tuntutan distribusi cepat, tetapi kualitas dan keamanan pangan tidak boleh dikorbankan. Makanan ini dikonsumsi langsung oleh masyarakat sehingga seluruh pengelola wajib menjaga standar higiene sanitasi secara konsisten,” tegas Cut Fitri Yani.

Atas temuan tersebut, pengelola SPPG diberikan waktu selama satu minggu untuk melakukan pembenahan sesuai catatan hasil inspeksi. Dinkes menegaskan, teguran hingga pencabutan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapat dilakukan apabila tidak ada tindak lanjut perbaikan.

Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe juga mengimbau seluruh pengelola SPPG agar meningkatkan disiplin kebersihan sarana, kepatuhan terhadap SOP, serta menjaga kualitas makanan demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat.

Kegiatan sidak turut didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Zainal Abidin, SKM., bersama Tim Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe. (arm/ra)

Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) sejak pukul 03.00 WIB dinihari pada Sabtu (23/5/2026). FOR RAKYAT ACEH

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x