x

Tengah Malam, Danrem Lilawangsa Tinjau Rumah Prajurit Terendam Banjir di Lhokseumawe

waktu baca 2 menit
Minggu, 23 Nov 2025 18:54 26 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Memasuki hari ketiga, banjir masih menggenangi kawasan permukiman warga dan rumah dinas prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Aktivitas masyarakat pun terganggu karena air belum juga surut dan terus merendam sejumlah fasilitas umum.

Kawasan yang terdampak antara lain, Gampong Hagu Teungoh, Hagu Selatan, Tumpok Teungoh, Kampung Jawa Lama, Kampung Baru, dan sejumlah gampong lain di
Kecamatan Banda Sakti, dengan ketinggian air antara 25 hingga 60 sentimeter. Genangan juga meluas ke sejumlah ruas jalan desa serta kompleks militer di Asrama TNI Hagu Selatan, Korem 011/Lilawangsa.

Dalam situasi darurat tersebut, Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, turun langsung meninjau kondisi asrama dan rumah dinas prajurit yang terendam banjir pada Sabtu malam. Kehadiran Danrem untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan prajurit serta keluarganya dilakukan hingga larut malam.

Melihat langsung kondisi di lapangan, Danrem tampak haru. Ia menyaksikan bagaimana prajurit dan keluarganya berupaya bertahan di tengah genangan air. Sejumlah anak prajurit terpaksa tidur di atas tumpukan kain yang disusun di kursi agar tidak terkena air.

“Banyak prajurit bersama istrinya tidak tidur semalaman. Mereka berusaha menyelamatkan pakaian dan peralatan rumah tangga agar tidak terendam air yang terus bertambah di dalam rumah,” ungkap Danrem, Minggu (23/11).

Sebagai bentuk kepedulian, Danrem segera menginstruksikan agar seluruh keluarga prajurit yang rumahnya terendam dievakuasi ke mess satuan hingga kondisi kembali stabil. Ia menegaskan bahwa keselamatan keluarga prajurit adalah prioritas.

Menurutnya, banjir ini disebabkan oleh cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Provinsi Aceh selama sepekan terakhir. Selain itu, kondisi topografi Lhokseumawe yang didominasi dataran rendah serta sistem drainase yang kurang memadai membuat wilayah tersebut rawan banjir ketika musim penghujan maupun banjir rob.

“Saya sedih melihat kondisi prajurit. Bagaimana mereka bisa maksimal menolong masyarakat jika rumah mereka sendiri terendam banjir? Aceh adalah daerah rawan banjir, maka kondisi prajurit juga harus aman agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik,” ujar Danrem.

Ia kembali menegaskan pesan kepada seluruh anggota agar mengutamakan keselamatan keluarga. “Sehebat apa pun kamu, utamakan dulu keluarga dan anak-anakmu. Bila keluarga aman, tugas apa pun dapat diselesaikan dengan baik,” tutupnya.(arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x