x

Bencana Melanda Aceh, PPTIM Mobilisasi Jaringan Global untuk Donasi dan Mendesak Status Bencana Nasional

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Des 2025 17:12 7 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) menggerakkan seluruh simpul organisasi paguyuban Aceh di tanah perantauan baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menggalang donasi bagi korban banjir, tanah longsor, dan gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Langkah ini merupakan wujud solidaritas diaspora Aceh terhadap kampung halaman.

Sebagai induk organisasi paguyuban Aceh, Taman Iskandar Muda telah menginstruksikan seluruh cabang, organisasi lokal, serta organisasi sektoral di bawah naungannya untuk membuka rekening donasi dan melakukan pengumpulan bantuan secara terkoordinasi.

Ketua Umum PPTIM, Muslim Armas, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan jaringan masyarakat Aceh di berbagai kota dan negara untuk memperluas dukungan aksi kemanusiaan ini.

“Taman Iskandar Muda mengimbau warga Aceh di perantauan untuk menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir, longsor, dan gempa di Aceh,” ujar Muslim Armas di Wisma TIM, Jalan Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025).

PPTIM sebelumnya menggelar rapat koordinasi bersama para pemimpin cabang, organisasi lokal, dan organisasi sektoral se-Jabodetabek pada Jumat malam (28/11/2025). Pertemuan itu menghasilkan langkah bersama untuk memetakan wilayah terdampak paling kritis serta mempercepat penyaluran bantuan.

“Kami meminta semua organisasi lokal, sektoral, dan cabang untuk segera melakukan penggalangan dana agar dapat kita salurkan secepatnya kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” kata Muslim.

Sambil menunggu pengumpulan donasi, PPTIM berkomitmen menyalurkan bantuan awal senilai Rp10 juta untuk setiap kabupaten/kota terdampak dalam bentuk barang kebutuhan mendesak.

Selain memobilisasi donasi, PPTIM juga mendesak pemerintah mempercepat pembukaan akses ke wilayah-wilayah yang terisolasi akibat banjir dan longsor.

“Kami meminta pemerintah pusat segera turun tangan menyelamatkan rakyat di daerah terisolasi,” tegas Muslim.

PPTIM juga meminta Presiden Prabowo Subianto menetapkan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional mengingat luasnya cakupan kerusakan serta banyaknya korban.

“Bencana ini sangat luas jangkauannya, bahkan melampaui luas Pulau Jawa, dan korbannya sudah mencapai ratusan jiwa. Karena itu kami mendesak penetapan bencana nasional,” ujar Muslim. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x