x

Masyarakat Terancam Kelaparan, Bupati Bireuen Laporkan Krisis 15 Ribu Hektare Sawah ke Presiden Prabowo

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Des 2025 15:36 88 redaksi

RAKYATACEH | BIREUEN– Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, melaporkan kondisi darurat yang tengah melanda Kabupaten Bireuen kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat kunjungan presiden ke posko pengungsian Desa Balee Panah dan lokasi pembangunan Jembatan Bailey di Teupin Mane, Kecamatan Juli, Minggu (7/12).

Dalam laporannya, Bupati Mukhlis menyampaikan bahwa banjir besar yang terjadi sejak 26 November 2025 telah merusak sedikitnya 32 jembatan, termasuk beberapa yang roboh dan tidak dapat dilalui. Dampak yang lebih berat dirasakan sektor pertanian, di mana sekitar 15.000 hektare sawah kini tidak bisa lagi dibajak akibat tertimbun lumpur dan pasir banjir.

Bupati Mukhlis menegaskan bahwa situasi ini merupakan krisis yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. “Bendung jebol, saluran irigasi rusak parah, dan hampir semua sawah berubah menjadi daratan. Petani kita benar-benar tidak bisa turun ke sawah lagi. Ini kondisi terburuk selama saya menjabat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas ancaman terhadap ketahanan pangan daerah. “Kalau kondisi ini tidak segera ditangani, Bireuen bisa mengalami kelaparan besar-besaran. Kami mohon dukungan penuh pemerintah pusat agar daerah ini bisa bangkit kembali,” tutur Mukhlis.

Bupati Mukhlis menambahkan bahwa sebagian besar warga kini tinggal di posko pengungsian dan kehilangan sumber pendapatan. “Banyak keluarga tidak hanya kehilangan lahan, tapi juga seluruh hasil panen yang mereka harapkan untuk bertahan hidup. Mereka bergantung pada bantuan saat ini,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pemulihan tidak cukup hanya dengan memperbaiki jembatan dan bendungan. “Kami butuh program pemulihan jangka panjang. Lumpur yang menimbun sawah sangat tebal, harus ada intervensi besar agar lahan ini bisa kembali produktif. Tanpa itu, perekonomian Bireuen akan lumpuh,” jelasnya.

Bupati Mukhlis berharap bantuan dan intervensi cepat dari pemerintah pusat dapat mencegah krisis pangan dan membuka kembali akses para petani untuk kembali berproduksi.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk bertindak cepat dalam memulihkan Bireuen.

“Sampaikan kepada rakyat, kita akan atasi. Tidak ada yang akan kelaparan ke depannya,” kata Presiden Prabowo, memastikan dukungan penuh untuk perbaikan infrastruktur, pemulihan irigasi, dan penyelamatan lahan pertanian. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x