Anggota DPR Aceh, Rusyidi Mukhtar (Ceulangiek).RAKYATACEH | BIREUEN- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus Wakil Ketua Komisi I, Rusyidi Mukhtar, atau kerap disapa Ceulangiek, mengeluarkan pernyataan tegas terkait lambannya penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh.

Ia mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk membuka akses bagi negara luar agar dapat membantu korban banjir di Aceh. Menurut Ceulangiek, skala bencana kali ini sangat besar dan dampaknya luar biasa, dibuktikan dengan 23 kabupaten/kota terdampak.
“Ini bukan bencana biasa, ini bencana dahsyat. Rakyat kehilangan rumah, akses jalan terputus, ekonomi lumpuh total. Pemerintah pusat tidak boleh tinggal diam. Kami minta Presiden segera bertindak dan memberi izin bagi negara lain yang ingin membantu Aceh,” tegas Ceulangiek kepada media ini, Senin (15/12).
Ia menilai, penanganan bencana di Aceh sejauh ini belum sebanding dengan tingkat kerusakan dan penderitaan masyarakat.
“Jika pemerintah pusat tidak peduli, maka rakyat Aceh berhak mempertanyakan kembali komitmen kebangsaan yang selama ini kami junjung,” pungkas Ceulangiek.
Ia juga berpesan kepada Pemerintah Pusat agar fokus terhadap pemulihan pasca banjir. Jika pemerintah tak fokus membantu Aceh, dirinya menegaskan, lebih baik dibantu oleh negara lain.
“Kami ingin Aceh ditangani dengan serius, dengan hati dan kepedulian. Izinkan dunia membantu Aceh, karena ini bukan sekadar bencana alam, ini ujian kemanusiaan,” kata dewan asal Bireuen tersebut. (akh)
Tidak ada komentar