x

Mantan Panglima TNI: Mualem Menangis Rasa Seorang Patriot Sejati

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Des 2025 16:52 8 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menyampaikan dukungan terbuka kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sekaligus peringatan keras terkait dampak bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Dalam pernyataannya, Gatot menilai skala kehancuran banjir bandang kali ini bahkan lebih mengerikan dibandingkan tsunami 2004. Menurutnya, karakter bencana saat ini jauh lebih kompleks dan sulit ditangani.

“Tsunami dulu menghantam wilayah pesisir dan masih bisa diakses lewat laut. Sekarang, bencana ini memutus segalanya. Yang datang bukan hanya kayu, tapi lumpur tebal yang menelan tanah, rumah, sertifikat, ternak, bahkan nyawa,” ujar Gatot dalam video tersebut.

Ia juga menyoroti kemungkinan jumlah korban yang jauh lebih besar dari data sementara. Gatot meyakini bahwa angka korban bisa mencapai ribuan apabila pencarian dan pendataan dilakukan secara menyeluruh.

“Kalau pencarian dilakukan dengan benar, saya yakin jumlah korban bisa lebih dari 3.000 orang. Ini adalah bencana besar yang membutuhkan perhatian penuh negara,” tegasnya.

Gatot mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata. Ia mengkritik minimnya perhatian terhadap pemulihan fisik dan mental para korban, yang menurutnya justru menjadi kunci keberlangsungan hidup masyarakat pascabencana.

“Fokus seharusnya pada korban yang selamat. Namun perhatian itu belum terlihat maksimal. Ini sudah akhir tahun, anggaran daerah menipis, dan transfer dari pusat berkurang. Lalu apa yang bisa dilakukan pemerintah daerah?” katanya.

Pernyataan Gatot semakin menguat setelah ia menyaksikan wawancara Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam program Mata Najwa. Dalam wawancara tersebut, Mualem tampak emosional saat menjelaskan keterbatasan anggaran daerah di tengah penderitaan rakyatnya.

Tapi begitu mengatakan bagaimana dengan bencana nasional, ia menangis itu rasa seorang patriot sejati, ketika rakyatnya susah dia menangis, karena apa? Rakyat susah dia sebagai pemimpin tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan.

Dia minta bantuan segera supaya menyelamatkan rakyat, apa yang terjadi.

Gatot menilai bahwa rasa empati Mualem sebagai pemimpin sejati sangat terlihat, terutama ketika ia meneteskan air mata karena tak dapat berbuat banyak untuk membantu rakyatnya.

Gatot menilai empati Mualem sebagai cerminan kepemimpinan yang tulus dan berpihak pada rakyat. Namun, ia menegaskan bahwa empati saja tidak cukup tanpa dukungan nyata dari pemerintah pusat.

Ia mengusulkan penanganan terpadu, mulai dari pendataan korban, pembentukan kelompok masyarakat terdampak, penyediaan dapur umum, hingga layanan kesehatan darurat yang berdekatan dengan lokasi pengungsian. Selain itu, kebutuhan hunian sementara yang layak dinilai sangat mendesak.

“Rumah warga hancur total. Harus dibangun hunian sementara yang aman dan kokoh. Relokasi tidak bisa ditunda, dan biayanya sangat besar. Pemerintah daerah jelas tidak sanggup menanggungnya sendiri,” ujarnya.

Gatot juga mengingatkan ancaman lanjutan akibat lumpur dan kayu gelondongan yang masih tersisa di wilayah terdampak. Jika hujan deras kembali terjadi, risiko bencana susulan dinilai sangat tinggi.

“Pemerintah pusat harus serius memikirkan relokasi permanen. Jika tidak, masyarakat akan terus kehilangan kebun, pekerjaan, dan tempat tinggal mereka,” katanya.

Menutup pernyataannya, Gatot menegaskan bahwa kehadiran negara dalam situasi krisis adalah sebuah kewajiban mutlak.

“Pemerintah ada untuk rakyat. Dalam kondisi seperti ini, negara harus benar-benar hadir dan bertindak untuk menyelamatkan warga yang telah kehilangan segalanya,” pungkasnya.

Pernyataan Gatot Nurmantyo ini menjadi seruan moral dan politik agar penanganan bencana Aceh dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan, dengan keterlibatan penuh pemerintah pusat serta dukungan seluruh elemen bangsa.(adi/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x