x

Wakapolres Lhokseumawe Tegaskan Komitmen Jaga Perairan Aceh dari Barang Ilegal

waktu baca 2 menit
Jumat, 23 Jan 2026 18:05 31 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Salmidin, S.E., M.M., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan nasional.

Menurutnya, apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum konsolidasi antarinstansi, seiring penataan organisasi Bea dan Cukai yang dilakukan pada 19 Desember 2025.

Ia menjelaskan, salah satu kebijakan strategis pemerintah adalah relokasi Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai dari Batam ke Lhokseumawe. Relokasi tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan dan respons cepat terhadap potensi kejahatan maritim di wilayah perairan Aceh dan Sumatera Utara.

“Relokasi PSO ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam menutup celah kejahatan lintas batas. Perairan Aceh tidak boleh dijadikan pintu masuk barang ilegal dalam bentuk apa pun,” tegas Kompol Salmidin mewakili Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, kepada Rakyat Aceh saat
menghadiri Apel Kesiapsiagaan Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai di Dermaga PSO Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe (eks Dermaga PT AAF), Kamis (22/1).

Apel kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Bea dan Cukai dalam memperkuat pengawasan maritim, khususnya di wilayah perairan Aceh dan Selat Malaka yang dinilai rawan terhadap berbagai aktivitas ilegal, mulai dari penyelundupan hingga peredaran barang terlarang lintas negara.

Usai apel kesiapsiagaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diikuti Wakapolres Lhokseumawe, unsur Forkopimda, Lanal Lhokseumawe, jajaran Bea dan Cukai, perwakilan BUMN, Kepala BNNK Lhokseumawe, serta unsur terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan patroli laut bersama menggunakan kapal operasional Bea dan Cukai yang kini ditempatkan di Lhokseumawe. Patroli tersebut menjadi simbol kesiapan operasional sekaligus komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan strategis Aceh. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x