
BANDA ACEH (RA) – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat kolaborasi dengan insan pers guna mendongkrak literasi ekonomi syariah di masyarakat. Langkah ini direalisasikan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah dan media gathering di Banda Aceh.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyatakan bahwa media memiliki peran krusial dalam menyampaikan prinsip perbankan syariah secara akurat. “Kami ingin tumbuh bersama media dalam membangun literasi keuangan syariah di Aceh,” ujarnya.
Kolaborasi ini, sebutnya, merupakan langkah penting dalam memastikan informasi terkait produk, layanan, serta prinsip-prinsip perbankan syariah tersampaikan secara benar, edukatif, dan mencerahkan.
“Kegiatan Media Gathering ini kami selenggarakan sebagai wujud komitmen BSI Aceh untuk terus mempererat silaturrahmi dan memperkuat sinergi dengan insan pers. Kami menyadari sepenuhnya bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik, menyampaikan informasi yang akurat, serta mengedukasi masyarakat secara luas,” ujar Imsak.
Dikatakannya, Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah.
Disamping itu, dukungan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, serta kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Aceh dan sejumlah media arus utama di Aceh, menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.
“Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat antara perbankan, pemerintah, dan media, kita dapat membangun narasi positif dan edukatif tentang ekonomi syariah, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami dan merasakan manfaatnya secara nyata”, tambah Imsak.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BSI dalam membuka ruang edukasi bagi jurnalis.
Menurutnya, peningkatan pemahaman wartawan terhadap ekonomi syariah akan berdampak pada kualitas pemberitaan yang lebih komprehensif dan berimbang.
Sementara itu, Opening Speech disampaikan oleh Kabid Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia Dinas Syariat Islam Aceh, Husni, M.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan literasi muamalah sesuai syariah menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Puncak kegiatan diisi dengan keynote speech bertema “Bermuamalah Sesuai Syariah” oleh Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sekaligus Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A.
Dalam pemaparannya, Ustadz Oni menjelaskan prinsip-prinsip dasar muamalah dalam Islam, urgensi transaksi yang bebas riba dan serta pentingnya memahami akad dalam praktik perbankan syariah.
Ia juga mejelaskan perbedaan bank syariah dengan bank konvesional diantaranya bank syariah menunaikan zakat 2,5 % dari laba bersih perusahaan sehingga berkah bagi perusahaan dan membantu aktivitas sosial.
Tata kelola perbankan syariah juga diawasi oleh Pengawas Syariah (DPS) & regulator untuk memastikan aktivitas bank syariah patuh terhadap syariah.
Ustadz Oni menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang sehat dan berkeadilan.
“Pemahaman yang benar tentang muamalah syariah akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara aman, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, BSI berharap kolaborasi yang terjalin dengan insan pers dapat semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, edukasi keuangan syariah diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, sehingga mendorong peningkatan literasi, inklusi, dan kepercayaan terhadap perbankan syariah di Aceh.
Tidak ada komentar