x

Mondar Mandir Ditinjau dan Diusulkan, Nasib Jembatan Sungai Lalla Masih Misteri

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Mar 2026 06:35 5 redaksi

RAKYAT ACEH| SIMEULUE – Sejak 10 Mei 2023 lalu ambruknya jembatan Balley Sungai Lalla, yang dilindas angkutan alat berat bermuatan eksavator, hingga saat ini masih misteri kelanjutan nasibnya.

 

Padahal sarana penghubung vital itu, tak terhitung lagi wara wiri didatangi dan ditinjau oara wakil rakyat Kabupaten Simeulue, Wakil Rakyat Provinsi Aceh, hingga ditinjai wakil rakyat dari Senayan.

 

Jembatan sungai lalla itu, kembali didatangi wakil rakyat dari Senayan, didampingi wakil rakyat Provinsi Aceh, wakil rakyat Kabupaten Simeulue, dan Bupati Mohamad Nasrun Mikaris serta Wakil Bupati Nusar Amin, Sabtu, 28 Februari 2026.

 

“Sudah mondar mandir para wakil kita mendatangi, meninjau dan melihat langsung kelokasi, tapi hingga saat ini nasib pembangunan jembatan sungai lalla itu masih misteri,” kata kata Andres, warga Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu, 1 Maret 2026.

 

Diketahui hingga saat ini kondisi jembatan balley yang dibangun oleh BRR Aceh-Nias itu, semakin mencemaskan dan tidak bisa lagi dilalui transportasi umum pengangkut sembako dan maupun bus penumpang.

 

Tidak dapat dilalui transportasi umum pengangkut barang dan bus penumpang di jembatan sungai lalla itu, sehingga menyebabkan tersiolirnya Kecamatan Alafan dan sebahagian Kecamatan Salang.

 

Pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue, juga tidak berpangku tangan yang telah berupaya untuk menjaga dan membangun jembatan tersebut, juga sejumlah surat usulan resmi turut dilayangkan kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

 

Mesikupun sudah berulangkali dilayangkan surat usulan resmi untuk pembangunan Jembatan sungai lalla yang masih dalam kewenangan Pemerintah Aceh, hingga saat ini belum diketahui titik terang sikap dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

 

Telah berulangkali dilayangkan surat resmi usulan pembangunan jembatan sungai lalla, satu-satunya akses yang menghubungkan kecamatam Alafan, salah satu wilayah paling ujung di pulau Simeulue itu, dijelaskan Kadis PUPR Kabupaten Simeulue, Zulfatah, kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu, 1 Maret 2026.

 

“Setelah tahun 2023, jembatan sungai lalla itu sudah direhap Pemda Simeulue, sebanyak tiga kali. Dan juga sudah tiga kali surat resmi usulan kepada Pemerintah Aceh, untuk dibangun permanen, termasuk surat usulan bangun permanen kepada Kementerian,” kata Zulfatah.

 

Masih menurut Zulfatah, dengan kedatangan, Anggota DPR RI, Ghufran Zainal Abidin dan telah meninjau jembatan sungai lalla itu, pihak Pemda Simeulue kembali akan menyerahkan langsung surat usulan ketangan politisi senayan itu.

 

“Besok akan kami serahkan surat resmi usulannya kepada Anggota DPR RI, Ghufran Zainal Abidin,” imbuh Zulfatah.

 

Sumber-sumber yang dihimpun Harian Rakyat Aceh, untuk pembangunan jembatan sungai lalla itu, membutuhkan anggaran sekitar Rp18 miliar, dan bila surat usulan itu terkabul, maka nantinya tidak terisolasi lagi Kecamatan Alafan dan sebahagian Kecamatan Alafan. (Ahi).

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x