MACET TOTAL: Antrean panjang kendaraan terjadi di jalan lintas provinsi Medan-Banda Aceh akibat membludaknya kendaraan sepeda motor dan mobil yang hendak mengisi bbm hingga memakan badan jalan raya membuat arus lalu lintas macet total di SPBU kawasan Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (7/3/2026) pukul 08.30 WIB. DEDE/RAKYAT ACEHAceh Tamiang | Rakyat Aceh – Kemacetan horor terjadi di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di kawasan SPBU Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga 5 kilometer akibat warga menyerbu SPBU untuk mendapatkan BBM, Sabtu (7/3/2026).

Informasi dihimpun kemacetan mulai terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga 08.30 WIB makin parah. Kendaraan dari dua arah, baik dari arah Medan menuju Aceh maupun sebaliknya, praktis tidak bisa bergerak.
Kemacetan terpantau mulai dari Desa Medang Ara hingga Simpang Tiga Desa Semadam. Kendaraan yang terjebak didominasi oleh truk logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi.
Seorang pengendara becak motor, Salman Alfarizi, mengaku sudah terjebak macet sejak pukul 04.00 WIB subuh. Niatnya untuk berjualan di Pekan Upah, Kecamatan Bendahara, terpaksa kandas karena terjebak di depan SPBU.
“Sudah dari jam 4 subuh terjebak di kawasan Alur Bemban. Macetnya karena kendaraan yang mau isi BBM tutup jalan, jadi kita nggak bisa lewat,” kata Salman kepada wartawan.
Kondisi serupa dialami Abu Bakar, sopir truk pengangkut besi tua asal Takengon. Truknya yang hendak menuju Medan tak bergerak sedikit pun selama berjam-jam.
“Sudah satu jam lebih terjebak di sini, barang bawaan saya tidak bergerak sedikit pun,” keluh Abu Bakar.
Warga Keluhkan Kelangkaan BBM
Kelangkaan BBM diduga menjadi pemicu utama membeludaknya antrean. Syafii, warga yang tinggal di depan SPBU Alur Bemban, menyebut kondisi jalan saat ini sangat sulit dilalui bahkan oleh sepeda motor.
“Dari jam 6 pagi sudah macet. Sekarang motor pun susah lewat, padahal motor nggak ikut ngisi minyak. Apalagi mobil benar-benar nggak bisa jalan karena antrean makan separuh badan jalan,” ujar Syafii.
Menurutnya, stok BBM di SPBU tersebut tidak lengkap. “Pertalite ada, tapi Solar dan Turbo belum ada. Tadi malam hanya mobil parkir saja, tapi pas subuh minyak masuk, antrean langsung pecah,” tambahnya.
Sementara itu, warga lain bernama Arif memilih menyerah. Ia awalnya ingin mengisi BBM namun mengurungkan niat karena antrean yang dianggap tidak masuk akal. Sayangnya, saat mencari di tingkat eceran, BBM pun sulit didapat.
“Pilih pulang saja, mau cari eceran juga langka. Pulang tangan hampa,” tutur Arif.
Warga menduga kelangkaan BBM ini sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Isu geopolitik global, termasuk konflik/perang Iran-Israel yang dibackup Amerika Serikat (AS) disebut-sebut warga menjadi salah satu pemicu terganggunya pasokan BBM ke daerah.
Macat Terurai
Sementara pada pukul 11.00 WIB, terpantau kemacetan yang bersumber dari titik SPBU Alur Bemban perlahan mulai bisa diurai. Truk angkutan muatan berat juga sudah bisa jalan dengan normal. Namun di SPBU Alur Bemban masih terdapat antrean sepeda motor dan mobil untuk mengisi bbm.
Pemkab Imbau Tidak Panic Buying
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan guna menghindari fenomena panic buying dan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menyatakan bahwa masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya terkait ketersediaan pasokan BBM di daerah tersebut.
“Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak cepat termakan isu yang belum tentu benar. Berdasarkan informasi dari Pertamina, stok BBM saat ini masih dalam kondisi aman,” ujar Farij dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa lonjakan antrean kendaraan di beberapa titik SPBU dalam beberapa hari terakhir telah memicu kepadatan arus lalu lintas. Sejalan dengan hal tersebut, Pemkab meminta pengelola SPBU untuk menyalurkan BBM secara selektif dengan memprioritaskan kebutuhan mendesak masyarakat agar distribusi lebih tertib dan tepat sasaran.
Selain itu, Pemkab Aceh Tamiang memberikan peringatan keras kepada oknum yang mencoba melakukan praktik penimbunan BBM. Farij menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar ketentuan hukum yang berlaku dan akan ditindak tegas.
“Kita berharap stabilitas pasokan segera kembali normal, selaras dengan langkah mitigasi yang diambil oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM bersama PT Pertamina (Persero),” demikian M Farij. (ddh)
Tidak ada komentar