x

Geliat Wisata di Pantai Lampuuk Aceh Besar saat Idul Fitri 1447 H

waktu baca 3 menit
Selasa, 24 Mar 2026 14:18 3 redaksi

RAKYAT ACEH| KOTA JANTHO – Momentum libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah membawa berkah bagi sektor pariwisata di Aceh Besar. Salah satu destinasi unggulan, Pantai Lampuuk, dipadati wisatawan lokal hingga luar daerah yang memanfaatkan waktu liburan bersama keluarga.

 

Terletak di Kecamatan Lhoknga, Pantai Lampuuk telah lama dikenal sebagai destinasi favorit dengan panorama alam yang memikat. Hamparan pasir putih, laut biru, serta latar pegunungan hijau menjadikan kawasan ini sebagai magnet wisata, baik bagi pelancong regional maupun nasional.

 

Pada puncak libur Lebaran, kawasan pantai mulai dari Pulo Kapoek hingga Babah Dua dipenuhi ratusan pengunjung. Mereka tampak menikmati suasana pantai dengan beragam aktivitas, mulai dari menyantap kuliner khas seperti ikan bakar, bermain air, hingga bersantai di tepi pantai.

 

Salah seorang wisatawan, Adriman (40), warga Sumatera Utara, mengaku selalu menyempatkan diri berkunjung ke Pantai Lampuuk setiap kali mudik ke Banda Aceh bersama keluarga.

 

“Kalau mudik ke Banda Aceh, rasanya belum lengkap kalau belum ke Pantai Lampuuk. Anak-anak selalu minta ke sini untuk mandi dan bermain pasir,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (24/3/2026).

 

Ia juga memuji keindahan alam Pantai Lampuuk yang dinilainya memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan sejumlah destinasi pantai lain di Sumatera.

 

“Pemandangannya luar biasa, perpaduan gunung hijau, laut biru, dan pasir putih yang panjang. Pantai Lampuuk ini seperti zamrud di khatulistiwa,” katanya.

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar, Safrizal, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya membenahi dan meningkatkan kualitas destinasi wisata, khususnya Pantai Lampuuk yang menjadi ikon pariwisata daerah.

 

Menurutnya, pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, hingga penataan tarif kuliner dan peningkatan kualitas pelayanan pengelola wisata.

 

“Kondisi objek wisata adalah cerminan wajah daerah. Karena itu, kebersihan, kenyamanan, serta keramahan pengelola harus terus dijaga agar pengunjung merasa betah,” ujarnya.

 

Selain itu, Safrizal juga menegaskan pihaknya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah objek wisata selama libur Idul Fitri guna memastikan kenyamanan dan keamanan para pengunjung tetap terjaga.

 

“Saya turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi objek wisata selama libur Lebaran, memastikan semua berjalan baik, aman, dan nyaman bagi pengunjung,” katanya.

 

Ia menambahkan, sebelum memasuki masa libur Idul Fitri, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi dengan para pengelola wisata untuk mempersiapkan berbagai hal dalam menyambut lonjakan wisatawan.

 

“Sebelumnya kami sudah mengadakan rapat dengan para pengelola wisata untuk memastikan kesiapan, baik dari sisi pelayanan, kebersihan, hingga fasilitas pendukung selama libur Lebaran,” jelasnya.

 

Safrizal juga menekankan pentingnya peran masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menjaga citra positif pariwisata Aceh Besar, terutama dalam memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada wisatawan.

 

“Kami berharap masyarakat dan pengelola dapat terus bersikap ramah dan melayani dengan baik, sehingga wisatawan merasa nyaman dan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung,” pungkasnya.

 

Lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Idul Fitri ini menjadi indikator positif kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Besar, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir. []

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x