Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus memperkuat sektor perkebunan melalui program hilirisasi komoditas unggulan, khususnya kopi dan kakao, sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto: IstRakyat Aceh | Blangkejeren – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus memperkuat sektor perkebunan melalui program hilirisasi komoditas unggulan, khususnya kopi dan kakao, sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Gayo Lues, Ridwansyah, SP, pada Rabu (22/4) menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah akan melaksanakan program peremajaan dan pengembangan tanaman perkebunan secara besar-besaran.
Untuk komoditas kopi Arabika, direncanakan peremajaan seluas 300 hektar dan pengembangan mencapai 2.500 hektar. Sementara itu, kakao akan diremajakan seluas 200 hektar dengan pengembangan mencapai 2.000 hektar.
“Pelaksanaan program ini direncanakan dimulai pada bulan Juli 2026 untuk kopi, dan bulan November 2026 untuk kakao,” ujar Ridwansyah.
Pengembangan kopi difokuskan di wilayah dengan ketinggian di atas 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang tersebar hampir di seluruh kawasan Gayo Lues. Sedangkan untuk kakao, pengembangan akan difokuskan di Kecamatan Pining, Tripe Jaya, Terangun, dan Putri Betung, khususnya pada lahan di luar kawasan hutan.
Program ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang didukung oleh sumber dana ABT (Anggaran Biaya Tambahan) melalui ABON Kementerian Pertanian. Selain meningkatkan produksi, program ini juga bertujuan menghijaukan lahan-lahan tidur di luar kawasan hutan agar lebih produktif.
Ridwansyah menambahkan, langkah ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap program pengembangan kopi ini. Bahkan, Bupati Gayo Lues telah mengusulkan tambahan pengembangan seluas 4.000 hektar untuk tahun 2026,” jelasnya.
Usulan tersebut telah mendapat respons dari Kementerian Pertanian dan diharapkan dapat segera direalisasikan, mengingat potensi besar sektor perkebunan dalam mendongkrak ekonomi masyarakat Gayo Lues ke depan. (yud/mar)
Tidak ada komentar