x

Respon Keluhan Warga, PUPR Aceh Barat Tingkatkan Ruas Jalan Menuju Puskesmas Samatiga 

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 15:50 70 redaksi

RAKYAT ACEH I MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tingkatkan akses jalan menuju Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Samatiga dan pusat pendidikan di wilayah tersebut.

 

Peningkatan dengan pengaspalan ruas jalan kecamatan ini, sebagai bentuk respon pemerintah daerah terhadap keluhan dan masukan warga kecamatan Sama Tiga, karena sebelumnya ruas jalan ini tergolong rusak dan berlobang digenangi air saat musim hujan dan sangat menyulitkan

warga saat melintas.

 

Kondisi jalan rusak juga menjadi kendala saat mobil ambulance melintas membawa pasien baik menuju puskesmas maupun pasien rujukan ke rumah sakit di kota Meulaboh.

 

Selain akses jalan menuju puskesmas Samatiga, ruas jalan ini juga akses utama menuju fasilitas pendidikan yang saban hari dilintasi guru dan anak sekolah serta orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, di Meulaboh, Sabtu (28/3/2026), menyebutkan peningkatan ruas jalan menuju puskesmas Samatiga yang ditangani dengan total panjang 500 meter dan lebar aspal 4 meter, dan pengerjaan bahu kiri kanan jalan 1 meter.

 

Fadly menjelaskan peningkatan ruas jalan akses menuju puskesmas Samatiga dan menuju fasilitas pendidikan saat ini masih dalam proses tahap pekerjaan lapis pondasi.

 

Pekerjaan ini, sambung Fadly, dikerjakan oleh CV Rahmad dengan pagu anggaran sebesar Rp1.330.400.000,- yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2026. Dan diharapkan tuntas pada bulan Juni 2026 sesuai dokumen kontrak.

 

Ia menjelaskan dengan telah dimulai pengaspalan ruas jalan ini mobilitas masyarakat menuju puskesmas dan pusat pendidikan di kecamatan Samatiga akses pelayanan publik akan lebih mudah dan semakin cepat. Selain itu, akan turut meningkatkan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

 

Fadly menegaskan bahwa proyek tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan standar teknis konstruksi jalan yang berlaku, mulai dari perencanaan hingga pengawasan di lapangan. Hal ini untuk memastikan kualitas jalan benar-benar terjaga dan dapat bertahan lama setelah selesai dikerjakan.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x