x

Balai Pengajian Anak Yatim Roboh Diterjang Banjir, TNI Bangun Kembali Lebih Megah di Aceh Utara

waktu baca 3 menit
Minggu, 14 Jun 2026 08:22 6 redaksi

ACEH UTARA | RAKYAT ACEH– Kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan dan anak yatim kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Utara. Setelah balai pengajian milik Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah di Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, roboh diterjang banjir beberapa waktu lalu, Korem 011/Lilawangsa bersama Kodim 0103/Aceh Utara bergerak cepat membangun kembali fasilitas tersebut hingga dapat digunakan seperti semula.

 

Kini, balai pengajian yang menjadi pusat pembelajaran agama bagi ratusan santri yatim dan piatu itu berdiri lebih kokoh, nyaman, dan representatif. Peresmian sekaligus penyerahan bangunan dilakukan langsung oleh Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, kepada Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah, Hj. Cut Rosnah.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Camat Dewantara, perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Aceh Utara, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

 

Pimpinan Yayasan, Hj. Cut Rosnah, mengaku terharu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan TNI kepada lembaga pendidikan yang telah mengabdi selama 40 tahun untuk membina anak-anak yatim di Aceh Utara.

 

“Alhamdulillah, melalui kepedulian Danrem, Dandim, dan seluruh jajaran TNI, balai pengajian yang sebelumnya rata dengan tanah akibat banjir kini dapat berdiri kembali. Mulai hari ini, para santri sudah bisa kembali melaksanakan kegiatan belajar dan mengaji dengan nyaman,” ujarnya.

 

Menurutnya, balai pengajian tersebut memiliki peran vital sebagai pusat pendidikan agama Islam bagi ratusan santri yatim dan piatu tingkat SMP hingga SMA. Fasilitas itu digunakan untuk kegiatan pengajian siang, belajar malam, pembinaan akhlak, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.

 

Tidak hanya membangun kembali gedung yang rusak, TNI juga menyalurkan berbagai bantuan pendukung untuk menunjang aktivitas pendidikan dan ibadah di lingkungan dayah. Bantuan tersebut meliputi satu paket pengeras suara (sound system), karpet salat, perlengkapan masjid, hingga wajan besar untuk kebutuhan dapur umum santri.

 

Selain itu, melalui kerja sama dengan Dukcapil Aceh Utara, TNI turut memfasilitasi pembuatan 50 akta kelahiran dan dua akta kematian secara gratis bagi anak yatim dan masyarakat sekitar.

 

Bagi pengelola yayasan, bantuan tersebut menjadi berkah besar yang datang di tengah kesulitan pascabencana. Bahkan, sebagian bantuan perlengkapan ibadah telah dapat digunakan pada awal Ramadan lalu sehingga masyarakat di sekitar yayasan dapat beribadah dengan fasilitas yang lebih baik.

 

Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

Menurutnya, ketika mengetahui balai pengajian tersebut roboh akibat banjir, pihaknya segera menginstruksikan jajaran untuk turun langsung ke lapangan guna membantu proses pembangunan bersama masyarakat.

 

“Balai pengajian ini merupakan sarana penting bagi anak-anak yatim untuk menuntut ilmu agama. Pendidikan mereka tidak boleh terhenti karena musibah. Karena itu, kami berupaya membangun kembali fasilitas ini agar para santri dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman,” kata Danrem.

 

Ia menambahkan, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan hingga akhirnya dapat dimanfaatkan kembali oleh para santri.

 

Pembangunan balai pengajian tersebut merupakan bagian dari Program Karya Bhakti TNI AD Tahun 2026 yang dilaksanakan secara nasional. Program ini menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana dan kesulitan sosial.

 

Keberhasilan pembangunan kembali balai pengajian Miftahul Jannah tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menghidupkan kembali harapan ratusan anak yatim untuk terus belajar, mengaji, dan meraih masa depan yang lebih baik. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x