x

Budi Syaiful Isi Materi Pengembangan Akses Pasar IKM Melalui Potensi Kemitraan

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Jun 2026 15:12 8 murizalalhadi@gmail.com

Rakyat Aceh | Banda Aceh, 24 Juni 2026 – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Akses Pasar dan Kemitraan Pelaku Usaha Melalui Potensi Kemitraan yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di Hotel Amel Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pelaku usaha lokal untuk memperluas akses pasar dan membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan berbagai sektor industri.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh lebih dari 40 pelaku UMKM dari berbagai segmen usaha, mulai dari makanan dan minuman, souvenir, retail, kafe, hingga pelaku usaha di bidang perhotelan. Para peserta mendapatkan berbagai informasi dan strategi untuk meningkatkan daya saing usaha serta memperluas peluang pemasaran produk lokal.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari sektor retail, market, dan perhotelan yang berbagi pengalaman serta peluang kolaborasi antara IKM dan dunia usaha. Melalui forum ini, para pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan potensi kemitraan sebagai langkah strategis dalam mengembangkan bisnis mereka.

Salah satu narasumber yang hadir adalah Budi Syaiful, General Manager Hermes Palace Hotel Banda Aceh, yang menyampaikan materi bertajuk “Sinergi IKM Lokal dan Industri Perhotelan.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya kolaborasi antara industri kecil menengah (IKM) dengan sektor perhotelan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar.

Menurut Budi, industri perhotelan memiliki peran penting dalam mendukung promosi dan pemasaran produk lokal. Hotel tidak hanya menjadi tempat menginap bagi wisatawan dan tamu dari berbagai daerah, tetapi juga dapat berfungsi sebagai etalase atau showroom yang efektif bagi produk-produk unggulan daerah.

“UMKM dan IKM memiliki peluang besar untuk naik kelas apabila mampu menjaga kualitas produk, konsistensi produksi, serta menyesuaikan kebutuhan pasar. Hotel dapat menjadi showroom terbesar yang memperkenalkan produk lokal kepada tamu dari berbagai daerah bahkan mancanegara,” ujar Budi Syaiful.

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dan berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat dibangun dengan sektor perhotelan, retail, dan pasar modern. Berbagai pertanyaan terkait standar produk, pemasaran, hingga peluang menjadi mitra industri turut mewarnai sesi diskusi.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pelaku UMKM, IKM, dan dunia usaha sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal Aceh serta membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x