x

Rp15,22 Miliar Digelontorkan, 66 Huntap Korban Banjir di Lhokseumawe Segera Dibangun

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Sep 2026 16:40 8 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE– Harapan korban banjir di Kota Lhokseumawe untuk menempati hunian yang lebih aman dan layak segera terwujud. Sebanyak 66 unit Hunian Tetap (Huntap) tipe 36 akan dibangun dengan total nilai kontrak mencapai Rp15,22 miliar, dengan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.

Pembangunan hunian bagi masyarakat penerima manfaat tersebut tidak hanya mencakup rumah, tetapi juga kawasan permukiman lengkap dengan sejumlah infrastruktur dasar. Paket pekerjaan meliputi jalan lingkungan, drainase, penerangan kawasan, sambungan air bersih, serta balai warga.

Program pembangunan Huntap ini dilaksanakan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I (BP3KP Sumatera I) dengan dukungan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe H. Said Bachtiar, ST., MT., melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Furqan, ST., MSM., IP, mengatakan persoalan lahan untuk pembangunan Huntap telah diselesaikan.

“Status seluruh lahan untuk pembangunan Huntap ini sudah clean and clear dan merupakan aset Pemda Kota Lhokseumawe. Ini menjadi langkah penting agar pelaksanaan pembangunan tidak terkendala persoalan lahan,” kata Furqan saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Rabu (16/9).

Menurutnya, proyek tersebut kini memasuki tahap persiapan kontrak. Penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa dijadwalkan berlangsung pada 18 September 2026.

Dari total 66 unit, sebanyak 56 unit Huntap akan dibangun di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, sedangkan 10 unit lainnya berada di Gampong Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua.

Pekerjaan konstruksi dipercayakan kepada PT Sarjis Agung Indrajaya dengan nilai kontrak sebesar Rp15.220.489.000.

Hunian yang dibangun menggunakan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) Tipe 36. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung proses pembangunan yang efisien dengan sistem struktur yang juga memperhatikan aspek ketahanan terhadap guncangan gempa.

Namun, pembangunan Huntap ini tidak berhenti pada penyediaan unit rumah. Kawasan permukiman juga dirancang dengan fasilitas penunjang agar masyarakat dapat menjalani kehidupan secara lebih layak setelah direlokasi.

Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain jalan lingkungan, drainase, penerangan kawasan, jaringan sambungan air bersih, dan balai warga.

Furqan menegaskan Pemerintah Kota Lhokseumawe akan terus mengawal dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan serta target yang telah ditetapkan.

“Kami sadar betul warga sangat menantikan hunian ini. Bersama penyedia jasa, kami menargetkan seluruh pembangunan dapat rampung pada 31 Desember 2026,” ujarnya.

Ia berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga masyarakat penerima manfaat segera memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak.

“Mohon doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan cuaca maupun kendala teknis lainnya,” pungkas Furqan. (arm/ra)

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Dinas PUPR Lhokseumawe Furqan, ST., MSM., IP, bersama timnya meninjau lokasi pembangunan huntap korban banjir di Lhokseumawe, pada Rabu (16/9). FOR RAKYAT ACEH

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x