REMBUK: Para petani karet yang tergabung dari berbagai koperasi menggelar rembuk tani membahas peremajaan tanaman karet yang digelar DPD Apkarindo Aceh Tamiang di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Minggu (4/10/2026). FOR RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | ACEH TAMIANG — Untuk pertama kalinya, petani karet di Aceh Tamiang menggelar rembuk tani terkait program peremajaan perkebunan karet rakyat. Kegiatan tersebut digelar DPD Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Aceh Tamiang bersama masyarakat petani karet di Kecamatan Tamiang Hulu, Minggu (4/10).
Rembuk tani melibatkan anggota dan pengurus gabungan koperasi yakni, Koperasi Raja Kecil, Koperasi Saudar, Koperasi Kaloy Lestari, serta Koperasi Putra Kaloy. Kegiatan itu menjadi wadah untuk menyerap aspirasi petani, khususnya terkait program peremajaan kebun karet rakyat pascabanjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang pada November 2025.
Koordinator Lapangan (Korlap) DPW Apkarindo Aceh Jumiken, mengatakan pihaknya mengapresiasi sekaligus mendukung program pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.
“Program peremajaan kebun karet rakyat ini sangat kami dukung. Apalagi Aceh Tamiang mendapat kuota seluas 400 hektare,” kata Niken usai menghadiri rembuk petani karet di Aceh Tamiang.
Namun, kata Jumiken, petani berharap program tersebut tidak berhenti pada peremajaan kebun yang sudah ada.
Petani juga berharap pemerintah dapat membuka program pembangunan kebun karet rakyat di lahan-lahan kosong yang masih memiliki potensi.
“Masih banyak lahan kosong yang potensial untuk dibangun menjadi perkebunan karet rakyat. Khususnya di Kecamatan Tamiang Hulu, dengan perkiraan lu,asan sekitar 500 hingga 1.000 hektare,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan perkebunan karet rakyat tidak hanya berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Lebih dari itu, tanaman karet juga dapat berfungsi sebagai tanaman penyangga di wilayah kritis kawasan hulu Aceh Tamiang.
A1″Ini bukan hanya soal ekonomi masyarakat. Perkebunan karet juga bisa menjadi salah satu tanaman penyangga untuk menjaga kawasan hulu Aceh Tamiang,” katanya.
Ketua DPD Apkarindo Aceh Tamiang, Mustafa Banurea menambahkan, rembuk tani tersebut menjadi bagian dari upaya pihaknya menyerap sekaligus menyampaikan aspirasi petani kepada pemerintah.
“Harapannya, program peremajaan dan pembangunan perkebunan karet rakyat dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak petani lagi,” sebutnya. (ddh)
Tidak ada komentar