Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran memeriksa kesiapan pasukan TNI dalam kegiatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Senin (5/10). ARMIADI RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE– Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lhokseumawe tidak sekadar menjadi seremoni militer. Di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Korem 011/Lilawangsa menegaskan komitmennya untuk ikut mempercepat pemulihan masyarakat dan infrastruktur yang terdampak.
Komitmen tersebut disampaikan Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI yang digelar di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Senin (5/10).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti ratusan personel TNI dari tiga matra, TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Hadir pula unsur Polri, ASN, organisasi Hipakad Lhokseumawe, masyarakat serta sejumlah tamu undangan.
Pasiops Korem 011/Lilawangsa Mayor Arh Novian Yudha Pratama, M.Sc., bertindak sebagai Komandan Upacara.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dibacakan Brigjen Ali Imran, ditegaskan bahwa tingginya kepercayaan publik terhadap TNI merupakan hasil dari pengabdian sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” demikian pesan Panglima TNI.
Menurut Panglima, penguatan institusi TNI tidak hanya dilakukan melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan dan peningkatan kesejahteraan prajurit serta ASN TNI, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kompetensi, kesiapsiagaan dan profesionalisme.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan lingkungan strategis yang semakin kompleks. Ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif, ancaman terhadap keutuhan wilayah hingga tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara disebut menjadi tantangan yang harus dihadapi TNI.
Karena itu, TNI diminta tetap berpegang pada jati dirinya sebagai alat pertahanan negara dengan arah pengabdian yang jelas.
“Menghadapi dinamika tersebut, TNI harus tetap kokoh pada jati dirinya dan jelas dalam arah pengabdiannya,” kata Panglima TNI dalam amanatnya.
HUT ke-81 TNI juga ditegaskan sebagai momentum memperkuat tekad menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan dan melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal pembangunan nasional.
Pemulihan Aceh Jadi Perhatian
Di Aceh, pesan tersebut mendapat konteks tersendiri. Korem 011/Lilawangsa saat ini turut memusatkan perhatian pada penanganan dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Brigjen Ali Imran mengatakan, wilayah kerja Korem 011/Lilawangsa termasuk kawasan yang terdampak cukup serius oleh bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, penanganan tidak berhenti pada fase tanggap darurat. TNI bersama berbagai pihak kini diarahkan untuk membantu mempercepat proses pemulihan, termasuk membangun kembali infrastruktur yang rusak serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan setelah bencana.
“Saat ini, TNI bersama berbagai pihak mempercepat pemulihan pascabencana. Upaya tersebut antara lain melalui pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan, serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dan mengatasi kesulitan akibat bencana,” ujar Ali Imran.
Pernyataan tersebut menempatkan peran TNI di daerah bukan hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat dan memulihkan kehidupan setelah bencana.
Bagi Korem 011/Lilawangsa, pemulihan infrastruktur menjadi bagian penting karena kerusakan fasilitas publik dapat memperpanjang dampak bencana terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, momentum HUT ke-81 TNI di Lhokseumawe sekaligus menjadi penegasan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Upacara tersebut turut dihadiri Danlanal Lhokseumawe, Dandim 0103/Aceh Utara, Dansatradar, Kapolres Lhokseumawe, para komandan serta pejabat TNI dari tiga matra.
Peringatan HUT ke-81 TNI akhirnya tidak hanya berbicara tentang usia dan perjalanan institusi militer. Di Aceh, momentum tersebut juga membawa pesan tentang tanggung jawab sosial, menjaga keamanan sekaligus hadir membantu masyarakat bangkit ketika bencana mengganggu kehidupan mereka. (arm/ra)
Tidak ada komentar