x

Aceh Tamiang Luncurkan Klinik Kesehatan Keliling untuk Daerah Terpencil

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Apr 2026 11:45 1 redaksi

RAKYAT ACEH | KUALA SIMPANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang meluncurkan program Mobile Health Clinic atau klinik kesehatan keliling untuk menjangkau warga di wilayah terpencil. Program hasil inisiasi Yayasan Geutanyoe ini resmi beroperasi setelah diluncurkan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, di Masjid Baiturrahim, Kampung Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Selasa (14/4).

 

Ismail mengatakan klinik keliling ini merupakan solusi konkret untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses. “Ini langkah strategis agar masyarakat di pelosok, seperti Kecamatan Sekerak, bisa mendapat layanan medis dengan lebih cepat dan murah,” kata Ismail.

 

Menurut Ismail, keberadaan unit ini diharapkan mampu mendeteksi dini penyakit dan memberikan pengobatan dasar serta edukasi kesehatan bagi keluarga. Ke depan, program ini akan menjadi mitra strategis bagi Puskesmas untuk memberikan layanan yang lebih menyeluruh.

Ismail pun meminta masyarakat memanfaatkan layanan ini secara maksimal.

 

Ia berjanji pemerintah daerah akan terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan hingga ke tingkat desa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

Ketua Panitia pelaksana, Muhammad Jailani, merinci bahwa selain klinik keliling, pihaknya juga telah menyelesaikan program rehabilitasi minor di 20 titik yang tersebar di tiga kecamatan. Lokasi tersebut meliputi Kampung Bandar Mahligai dan Pantai Tinjau (Kecamatan Sekerak), Desa Sidodadi dan Desa Jawa (Kecamatan Kejuruan Muda), serta Desa Bundar dan Medang Ara (Kecamatan Karang Baru).

 

“Kami juga merehabilitasi fasilitas kesehatan di empat lokasi dan memberikan dana hibah Rp124,5 juta kepada PDAM Aceh Tamiang untuk penyediaan air bersih,” ujar Jailani.

 

Khusus untuk Mobile Health Clinic, layanan yang tersedia mencakup kesehatan umum dan layanan psikososial. Yayasan Geutanyoe mengerahkan tim medis yang terdiri dari dokter hingga psikolog. Rencananya, klinik ini akan melakukan 35 sesi kunjungan di enam kampung sasaran.

 

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Direktur Yayasan Geutanyoe, unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Kesehatan, serta jajaran Forkopimcam setempat. (ddh)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x