Nurul Khansa Fauziyah, S.Sos., M.Si., dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), tampil sebagai pemakalah dalam forum bergengsi RMeS Winter School & Graduate Symposium 2025/2026 yang berlangsung di Rotterdam, Belanda, pada 3–4 Februari 2026. FOR RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe kembali menorehkan kiprah di kancah akademik internasional. Nurul Khansa Fauziyah, S.Sos., M.Si., dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), tampil sebagai pemakalah dalam forum bergengsi RMeS Winter School & Graduate Symposium 2025/2026 yang berlangsung di Rotterdam, Belanda, pada 3–4 Februari 2026.

Forum yang digelar oleh Research School for Media Studies (RMeS) bekerja sama dengan Erasmus University Rotterdam ini mempertemukan sekitar 30 kandidat doktor dari berbagai universitas terkemuka di Belanda, antara lain Universitas Groningen, Amsterdam, Leiden, Rotterdam, Tilburg, dan Utrecht. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi intensif bagi peneliti media dan komunikasi lintas negara.
Dalam forum tersebut, Khansa mempresentasikan hasil risetnya yang menyoroti representasi kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam konten performative charity di Indonesia. Paparan disampaikan selama 15 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi serta tanya jawab bersama para akademisi dan peneliti senior.
Sejumlah pertanyaan kritis dan masukan konstruktif disampaikan oleh peserta, termasuk peer reviewer yang telah mengkaji naskah penelitiannya secara mendalam. Menurut Khansa, dinamika diskusi yang berlangsung memberikan sudut pandang baru yang signifikan bagi pengembangan risetnya ke depan.
“Forum ini sangat membantu saya melihat ulang posisi riset yang sedang saya kembangkan, terutama dari perspektif media dan etika representasi sosial,” ungkapnya, dalam keterangannya kepada Rakyat Aceh, Senin (9/2).
Selain sesi presentasi, rangkaian kegiatan RMeS Winter School & Graduate Symposium juga mencakup presentasi paralel, dialog akademik antarpeserta, diskusi meja bundar dengan aktor masyarakat lokal Rotterdam, lokakarya metodologi riset, hingga tur kota sebagai bagian dari pemahaman konteks sosial Eropa.
Saat ini, Khansa tercatat sebagai mahasiswa doktoral tahun kedua di Department of Society Studies, Faculty of Arts and Social Sciences, Maastricht University, Belanda. Studi doktoralnya didukung penuh melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)–LPDP.
Keikutsertaan Khansa dalam forum internasional ini mencerminkan kontribusi nyata akademisi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dalam percakapan ilmiah global, sekaligus memperkuat peran kampus dalam pengembangan riset media dan komunikasi yang berpijak pada isu-isu sosial kontemporer.(arm/ra)
Tidak ada komentar