x

Ciptakan Ekonomi Kreatif, UIN Ar-Raniry dan STAIN Meulaboh Inisiasi “Balee Buet Jaroe” di Nagan Raya 

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Jan 2026 07:55 173 redaksi

RAKYAT ACEH I MEULABOH – Peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat wilayah lingkar tambang terus dipacu. UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menggelar pelatihan kerajinan tangan bagi 20 warga di Kemukiman Paya Udeung, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (29/1/2026).

 

Kegiatan bertajuk “Balee Buet Jaroe” dengan tema “pendampingan usaha kerajinan lokal masyarakat desa sekitar area pertambangan”, merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) CSR PT Bara Energi Lestari.

 

Fokus kaum wanita, pelatihan yang diikuti 20 peserta, seluruhnya merupakan ibu-ibu dari berbagai tingkat usia, mewakili enam gampong (desa) di wilayah Kemukiman Paya Udeung.

 

Selain praktisi, pelatihan ini turut didampingi 10 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tematik serta dosen pendamping dari kedua perguruan tinggi, yakni Cut Dian Fitri (UIN Ar-Raniry) dan Darkasih (STAIN Tgk Dirundeng).

 

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry sekaligus Manager Program UC4, Amrullah, menjelaskan bahwa program ini telah memasuki tahun kedua.

 

“Jika Tahun 2025 fokus utama adalah literasi di Gampong Alue Buloh dan Latong, maka pada 2026 program diperluas secara multidimensional,” ungkapnya.

 

Tahun 2026, program pengabdian ditingkatkan menjadi lebih bermutu dengan multi program, seperti Balee Meureuno, Balee Inong, Balee Buet Jaroe, Balee Literasi, hingga Pustaka Keliling.

 

Khusus ibu-ibu peserta pelatihan kerajinan, sambung Amrullah, mereka akan dihimpun dalam Kelompok Usaha Perempuan (KUP) di masing-masing desa.

 

Tiga Tahapan (Milestone) menuju kemandirian, Amrullah menjelaskan, tim kolaborasi telah menyusun tiga tahapan utama (milestone) sepanjang tahun 2026 untuk memastikan program ini memberikan dampak signifikan.

 

“Triwulan pertama fokus pelatihan dasar kerajinan lokal khas Seunagan serta pembentukan dan penguatan struktur KUP,” jelas Amrullah.

 

Pada triwulan kedua, pendampingan intensif untuk peningkatan produksi. Tahap ini, tim akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menyamakan persepsi terkait pemasaran produk hingga ke luar Aceh.

 

Triwulan tiga dengan target kemandirian, Amrullah mengharapkan KUP telah mampu berdiri sendiri sebagai kelompok kreatif yang menopang ekonomi keluarga di wilayah tambang batu bara.

 

“Jangka panjang, penguatan literasi berkelanjutan tetap menjadi prioritas,” perjelas Amrullah.

 

Direktur University Center for Collaboration, Community Service and Continuous Learning (UC4), Prof. Eka Sri Mulyani, menekankan bahwa rangkaian pengabdian ini memiliki visi besar bagi pendidikan di Nagan Raya.

 

“Kami mengharapkan wujud nyata dari pengabdian ini adalah hadirnya Sekolah Tinggi Seunagan di masa depan. Sebagai langkah awal, kami merintis pasantren terpadu entrepreneur bagi anak yatim di Nagan Raya,” tutur Prof. Eka.

 

Melalui kolaborasi antara akademisi dan korporasi ini, diharapkan masyarakat di area pertambangan PT BEL tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x