x

Diandra: Pak Bupati! Tolong Bangun Kembali Sekolah Kami

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Jan 2026 16:51 292 redaksi

Rakyat Aceh | Bireuen – Diandra, siswi kelas IV SD Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, dengan suara lirih menyampaikan permohonan kepada Bupati Bireuen agar sekolahnya dapat dibangun kembali setelah hancur total diterjang banjir bandang.

 

“Pak Bupati, tolong bangun kembali sekolah kami. Kami sudah tidak punya tempat belajar lagi,” ujar Diandra saat ditemui Rakyat Aceh di lokasi bekas bangunan sekolahnya di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kamis (1/1).

 

Bangunan SD Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng dilaporkan rusak total dan hilang terseret arus sungai karena lokasinya yang berada sangat dekat dengan bantaran sungai. Tidak tersisa ruang kelas, meja, kursi, maupun perlengkapan belajar lainnya.

 

Diandra mengaku, selain kehilangan sekolah, ia bersama teman-temannya juga kehilangan seluruh perlengkapan belajar. Seragam, sepatu, tas, buku, hingga alat tulis hanyut dibawa banjir.

 

“Kami tidak punya lagi baju sekolah, sepatu, buku, dan alat tulis. Kami ingin sekolah lagi seperti anak-anak lain. Tolong bantu kami,” pinta Diandra, didampingi salah seorang guru, Marliawati.

 

Ia berharap, pemerintah segera memberikan perhatian agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan. Menurutnya, pendidikan adalah satu-satunya harapan mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik, meski saat ini harus belajar dalam keterbatasan.

 

“Kami ingin punya sekolah yang aman, supaya bisa belajar dengan tenang dan tidak takut kalau banjir datang lagi,” tambahnya polos.

 

 

*Respons Pemerintah Kabupaten Bireuen

 

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dr Muslim MSi, menyatakan komitmennya untuk membangun ulang sekolah-sekolah yang hancur akibat banjir bandang.

 

“Sekolah yang hancur total akan kita bangun kembali. Insya Allah perencanaannya masuk pada tahun 2026,” ujar Muslim kepada Rakyat Aceh di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (31/12).

 

Pria yang sering disapa Cut Lem itu menjelaskan, banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen telah menyebabkan kerusakan parah pada ratusan satuan pendidikan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.

 

Berdasarkan data Disdikbud Bireuen, tercatat 122 TK, 53 SD, dan 44 SMP mengalami kerusakan berat akibat terendam lumpur dan tertimbun material banjir. Bahkan, lima sekolah dilaporkan roboh dan hilang terseret arus sungai.

 

Untuk tingkat sekolah dasar, kerusakan terparah terjadi pada SDN 12 Juli, SDN 14 Juli, dan SDN 5 Peusangan Siblah Krueng. Khusus SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, bangunan sekolah dilaporkan hilang sepenuhnya setelah dihantam derasnya arus sungai.

 

“Untuk bangunan sekolah yang hancur total tercatat tiga unit, sementara lima unit sekolah lainnya harus direlokasi karena tidak lagi memungkinkan digunakan,” jelas Muslim.

 

Selain kerusakan bangunan, banjir juga mengakibatkan hilangnya berbagai aset pendidikan, seperti buku perpustakaan, komputer, serta mobiler sekolah berupa meja, kursi, dan lemari. Seluruh perlengkapan tersebut dipastikan harus diganti.

 

Tidak hanya itu, ribuan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP turut terdampak secara langsung. Seragam sekolah, tas, buku pelajaran, dan alat tulis mereka hanyut terbawa banjir.

 

Pemkab Bireuen, lanjut Muslim, saat ini tengah melakukan pendataan lanjutan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pemulihan dunia pendidikan dapat segera dilakukan, agar para siswa dapat kembali belajar dengan layak dan aman. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x