x

Kantor Bea Cukai Lhokseumawe Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Pedalaman Langkahan

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Mar 2026 15:47 5 redaksi

Rakyat Aceh | Lhokseumawe  – Lembaga kepabeanan yang identik dengan pengawasan perdagangan lintas batas itu menunjukkan wajah berbeda akhir pekan ini. Di luar tugas fiskal dan pengawasan barang impor-ekspor, jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui unit kerjanya di Lhokseumawe turun langsung menembus kawasan pedalaman untuk menjalankan misi kemanusiaan, pada Sabtu (28/2) lalu.

Relawan Kantor Bea Cukai Lhokseumawe bergerak menuju sejumlah titik di Kecamatan Langkahan, tepatnya Desa Tanoh Mirah dan Blok B, dengan membawa paket bantuan yang dirancang menyentuh dua aspek mendasar kehidupan masyarakat: kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan spiritual.

Rombongan dipimpin langsung Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Bambang Sutarjo, yang memastikan proses distribusi dilakukan secara langsung dari tangan ke tangan. Pendekatan ini dipilih untuk menghindari penyaluran simbolis sekaligus menjamin bantuan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan.

Alih-alih sekadar menyerahkan secara terpusat, tim menyusuri permukiman warga satu per satu. Medan jalan yang tidak sepenuhnya mulus dan jarak antarrumah yang berjauhan tak mengurangi semangat para relawan.

“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Bantuan ini bukan hanya soal barang, tetapi soal kepedulian dan kebersamaan. Kami berharap apa yang dibawa bisa membantu aktivitas sehari-hari sekaligus ibadah warga,” ujar Bambang di sela kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, relawan dari Pangkalan Sarana Operasi (Pangsarop) Bea Cukai Lhokseumawe turut ambil bagian sebagai pelaksana lapangan. Sinergi antara unsur operasional dan relawan sosial ini memungkinkan proses distribusi berjalan tertib, cepat, dan tepat sasaran.

Paket bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan pokok seperti beras dan kebutuhan dapur, perlengkapan memasak berupa kompor lengkap dengan tabung gas, serta perlengkapan ibadah seperti sajadah, sarung, mukena, dan Al-Qur’an. Kombinasi tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan riil masyarakat setempat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Keterlibatan relawan dari unsur operasional lapangan mempercepat proses distribusi. Koordinasi yang rapi memungkinkan bantuan tersalurkan secara tertib, cepat, dan tepat sasaran, termasuk bagi keluarga lanjut usia dan rumah tangga rentan.

Bagi warga, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar dukungan logistik. Di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan akses, perlengkapan memasak membantu mengurangi biaya harian, sementara perlengkapan ibadah memberikan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas spiritual.

Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung tim Bea Cukai. Mereka menilai perhatian seperti ini jarang diterima, terutama di wilayah yang relatif jauh dari pusat kota.

Aksi sosial ini sekaligus menegaskan peran Bea Cukai sebagai institusi publik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan kepabeanan, tetapi juga membangun hubungan sosial dan solidaritas kemanusiaan di wilayah tugasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Bea Cukai Lhokseumawe memperlihatkan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan tidak hanya melalui regulasi dan layanan administratif, tetapi juga lewat langkah nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x