
RAKYAT ACEH|SABANG – Menyongsong bulan suci Ramadhan, Tgk. Muchtar Andhika menyampaikan pesan mendalam dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Falah, Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang (27/02/2026). Beliau mengajak seluruh jamaah untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi benar-benar menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah puasa mereka.

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar
Tgk. Muchtar menekankan bahwa puasa yang hakiki tidak hanya selesai dengan menjaga perut dari makan dan minum.
“Puasa adalah ibadah menyeluruh. Kita wajib menjaga telinga, mata, lisan, tangan, kaki, hingga segenap anggota badan dari perbuatan dosa,” tegasnya.
Secara syariat, puasa memang menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, esensi utama dari ibadah ini adalah mencapai derajat Taqwa—sebuah harapan tertinggi bagi setiap mukmin.
Puasa Sebagai Perisai Diri
Merujuk pada hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Al-Muwatha’, beliau mengingatkan bahwa puasa berfungsi sebagai benteng:
“Puasa itu adalah perisai. Jika salah satu dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan bertingkah laku jahil (sombong, mengejek, atau bertengkar). Jika ada orang lain yang mengajak berkelahi atau menghina, katakanlah: ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa’.”
Langkah Menuju Puasa Orang Saleh
Agar puasa kita mencapai level berkualitas layaknya para pendahulu yang saleh, Tgk. Muchtar menguraikan poin-poin penting yang harus dijaga:
Menjaga Pandangan (Mata): Menghindari hal-hal tercela yang dapat melalaikan hati dari mengingat Allah. Jadikan Ramadhan momentum untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, mengaji kitab, dan menuntut ilmu.
Menjaga Lisan: Menjauhkan diri dari kebohongan, ghibah (menggunjing), makian, dan permusuhan.
Memilih Diam atau Dzikir: Menghiasi hari dengan dzikrullah. Sebagaimana peringatan Imam Sufyan, menggunjing adalah racun yang dapat merusak pahala puasa seseorang.
Tidak ada komentar