x

Road to FESyar 2026, BI Aceh Perkuat Sinergi Lintas Sektor Dorong Ekonomi Syariah

waktu baca 3 menit
Jumat, 17 Apr 2026 15:34 20 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah melalui penyelenggaraan Road to FESyar 2026.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 25 hingga 28 April 2026 di Gedung AAC Prof. Dayah Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dengan menghadirkan berbagai program edukatif, pemberdayaan ekonomi, serta kompetisi yang melibatkan masyarakat luas, pelaku usaha, hingga kalangan pesantren.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, mengatakan Road to FESyar 2026 menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh sekaligus memperkuat peran daerah sebagai salah satu pusat pengembangan industri halal di wilayah Sumatera.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat berkontribusi secara nyata dalam membangun ekonomi Aceh sesuai dengan nilai-nilai syariah dan mendukung perkembangan ekonomi syariah dan ekosistem halal di Aceh maupun nasional,” kata Agus saat Bincang Bareng Media (BBM) di Banda Aceh, Jumat (17/4).

Melalui penyelenggaraan Road to FESyar 2026, Bank Indonesia juga menargetkan meningkatnya literasi dan inklusi ekonomi syariah di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kapasitas serta daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal di daerah.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk halal asal Aceh serta mendorong terbentuknya ekosistem halal yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Adapun dalam pelaksanaannya, Road to FESyar 2026 melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Bappenas, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dinas Peternakan Aceh, Bank Syariah Indonesia, Bank Aceh Syariah, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aceh, pondok pesantren, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia.

Agus menjelaskan rangkaian kegiatan Road to FESyar 2026 terbagi dalam tiga program utama, yakni Sharia Forum, Sharia Recovery, dan Sharia Competition yang dirancang untuk meningkatkan literasi, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi syariah.

Program Sharia Forum menjadi wadah peningkatan literasi ekonomi syariah melalui berbagai seminar dan diskusi, seperti talkshow kemandirian ekonomi pesantren, literasi keuangan syariah, bedah buku, hingga Aceh Economic Forum yang membahas prospek pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sejumlah workshop praktis bagi pelaku usaha, antara lain bimbingan teknis pendaftaran sertifikat halal, pelatihan juru sembelih halal (Juleha), serta kelas kewirausahaan bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, program Sharia Recovery difokuskan pada upaya pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus penguatan fondasi ekonomi syariah, termasuk pengembangan program strategis Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di lingkungan perguruan tinggi serta kegiatan sosial Wakafein yang mengintegrasikan budaya kopi Aceh dengan konsep donasi wakaf untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Agus menuturkan, Sharia Competition menjadi ajang untuk menampilkan talenta dan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, melalui berbagai kompetisi di bidang ekonomi syariah.

“Kompetisi tersebut meliputi Cerdas Cermat Ekonomi Syariah sebagai bagian dari Road to Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), lomba nasyid, da’i cilik, dakwah ekonomi syariah, lomba konten digital, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak,” demikian Agus. (Sep)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x