Salah satu jembatan desa Bur Lah dibawa derasnya aliran sungai akibat hujan deras yang melanda Dataran Tinggi Gayo. Di Kecamatan Ketol ada dua jembatan tergerus air sungai, kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu sehingg menyulitkan warga beraktivitas. Jurnalisa/rakyat acehRAKYAT ACEH | TAKENGON – Tiga jembatan darurat yang dibangun warga dan BPBD Aceh Tengah kembali digerus air sungai akibat tingginya curah hujan diakhir bulan Maret 2026.
Kejadian ini membuat tiga desa kembali mengalami akses yang payah keluar masuk desa.

Kalak BPBD Takengon, Andalika, ST kepada Rakyat Aceh, Rabu (1/4), mengatakan kejadian ini sangat membuat terpukul bagi masyarakat korban bencana alam lalu.
Kondisi ini mengharuskan masyarakat ditiga desa Kala Ii (Kecamatan Linge), Desa Bur Lah dan Desa Bergang (Kecamatan Linge) Aceh Tengah.
Disampaikan Andalika sejauh ini masyarakat masih bisa berlalu lintas keluar masuk desa. Namun kondisi ini sangat membutuhkan kerja keras dan pemikiran semua pihak untuk membangun jembatan darurat baru.
“Kita akan upayakan pengerjaan jembatan darurat baru, agar kondisi masyarakat bisa sempurna untuk mobilisasi angkutan mengeluarkan hasil bumi,” kata Andalika.
Sedangkan untuk jembatan permanen disampaikan Andalika masih menunggu pengerjaan dari Pemerintah pusat. (jur/min)
Tidak ada komentar