x

UTU Serahkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana Banjir Aceh Singkil dari Kemdiktisaintek

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Des 2025 17:36 107 redaksi

RAKYAT ACEH I MEULABOH – Tim Relawan Universitas Teuku Umar (UTU) menyerahkan bantuan tanggap darurat tahap awal kepada para pengungsi korban banjir di Aceh Singkil pada Kamis (11/12/2025).

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Aceh tahun 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan total pembiayaan sebesar Rp 1,8 miliar.

Bantuan ini akan disalurkan di empat daerah terdampak bencana di Aceh, meliputi Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, dan Kota Subulussalam.

Rombongan Tim Relawan UTU yang tiba di Aceh Singkil disambut langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Al Husni, di Kantor BPBD Aceh Singkil.

Tim relawan tersebut terdiri dari Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si., Basri, SH., MH., Yuhdi Fahrimal, S.I.Kom., M.I.Kom., Samsuar, S.P., dan Muhammad Iksan.

Meringankan beban korban, Ketua Tim Relawan UTU, Dr. Afrizal Tjoetra, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini adalah upaya bersama UTU dan Kemdiktisaintek untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat, khususnya di daerah yang terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor.

“Program ini didanai oleh Kemdiktisaintek sebesar Rp 1,8 miliar untuk empat kabupaten/kota. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban penderitaan yang dialami oleh masyarakat khususnya di Aceh Singkil,” tutur Dr. Afrizal.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Aceh Singkil merupakan salah satu daerah yang rutin terkena banjir, bahkan dalam kondisi hujan normal. Kondisi ini diperparah ketika banjir besar melanda akibat dampak Siklon Senyar pada akhir November 2025 lalu.

Siklon Senyar diketahui telah menyebabkan cuaca ekstrem di Provinsi Aceh, ditandai dengan intensitas hujan yang sangat tinggi dan angin kencang, memicu banjir besar, luapan sungai, dan tanah longsor di berbagai wilayah, termasuk di Aceh Singkil.

Krisis Air Bersih dan Sanitasi
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Singkil, Al Husni, menyambut baik dan mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh UTU dan Kemdiktisaintek.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dari civitas academica Universitas Teuku Umar dan dukungan dari Kemdiktisaintek. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang sedang berjuang,” ujar Al Husni.

Al Husni menjelaskan bahwa banjir di Aceh Singkil sudah dimulai sejak tanggal 19 November 2025. Sejak saat itu, BPBD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil telah berupaya maksimal untuk mengevakuasi masyarakat ke posko pengungsian dan menyalurkan berbagai bantuan tanggap darurat.

Ia juga menambahkan bahwa dampak banjir kali ini cukup parah. “Dua jembatan vital putus akibat arus deras, sehingga jalur darat di Aceh Singkil menjadi sulit dilewati,” ungkapnya.

Saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat Aceh Singkil di pengungsian adalah fase krisis air bersih dan sanitasi lingkungan.

“Mewakili seluruh masyarakat dan Pemkab Aceh Singkil, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UTU dan Kemdiktisaintek atas bantuan yang telah disalurkan. Ini adalah wujud nyata gotong royong dalam menghadapi bencana,” tutup Al Husni.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x