x

Barramoeda Aceh: Presiden Tak Digubris Seruan Ulama, Status Bencana Nasional Tak Kunjung Ditetapkan

waktu baca 3 menit
Kamis, 18 Des 2025 19:07 175 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Barisan Moeda Aceh (Barramoeda) Aceh menyatakan kekecewaan mendalam terhadap sikap pemerintah pusat yang hingga kini belum menetapkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai Bencana Nasional. Meskipun dampak bencana di lapangan terus meluas dan memburuk.

Sekretaris Barramoeda Aceh, M. Rocky Fajar, menilai pemerintah pusat terkesan mengabaikan desakan dari berbagai elemen, mulai dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), anggota DPR dan DPD RI asal Aceh, DPRA, DPRK, pemerintah daerah, hingga hasil Muzakarah Ulama Aceh yang secara resmi meminta Presiden menetapkan bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional.

“Ini sangat janggal. Seruan dari begitu banyak pihak, bahkan dari ulama Aceh melalui Muzakarah resmi, seolah berlalu begitu saja tanpa respons serius dari Presiden,” tegas Rocky.

Ia menambahkan, jika seruan ulama yang memiliki legitimasi moral dan sosial kuat saja tidak diindahkan, maka aspirasi masyarakat lainnya berpotensi semakin terpinggirkan.

Pernyataan tersebut juga dikaitkan dengan sikap Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025), yang menanggapi desakan penetapan Bencana Nasional dengan menyatakan bahwa situasi dinilai masih terkendali.

“Kita sudah kerahkan. Ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus,” ujar Presiden Prabowo dalam rapat kabinet tersebut, seraya menyebut akan membentuk satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi.

Namun menurut Rocky, pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menilai Presiden belum menunjukkan penghargaan terhadap hasil Muzakarah Ulama Aceh, bahkan saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi banjir, Presiden disebut tidak bertemu dengan ulama Aceh.

Barramoeda Aceh menegaskan bahwa skala bencana telah melampaui kemampuan penanganan pemerintah daerah. Korban jiwa dilaporkan terus bertambah, sementara kerugian material disebut sangat besar dan meluas ke berbagai sektor strategis.

“Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman warga, tetapi juga sektor pertanian, perikanan, perkebunan, perdagangan, peternakan, kendaraan, hingga sendi-sendi utama perekonomian masyarakat,” ujar Rocky dalam keterangannya kepada Rakyat Aceh, Kamis (18/12/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga 22 hari pascabencana, banyak wilayah terdampak masih terisolasi, baik di tingkat desa maupun kecamatan. Sejumlah ruas jalan dan jembatan, termasuk jalur lintas nasional, dilaporkan putus, sehingga menghambat distribusi logistik, mobilisasi bantuan, serta proses evakuasi darat.

“Kondisi Aceh saat ini sangat memprihatinkan. Infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, akses transportasi lumpuh, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi sangat terganggu,” katanya.

Situasi darurat semakin diperparah dengan terputusnya layanan listrik dan telekomunikasi di sejumlah wilayah selama beberapa hari terakhir. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi dengan fasilitas yang sangat terbatas. Tidak sedikit korban dilaporkan terseret arus banjir hingga meninggal dunia.

Menurut Barramoeda Aceh, seluruh kondisi tersebut seharusnya menjadi dasar kuat bagi pemerintah pusat untuk segera menetapkan status Bencana Nasional, guna memastikan penanganan yang lebih terkoordinasi, terpadu, dan berkelanjutan.

“Dengan skala kerusakan dan jumlah korban yang ada, penetapan Bencana Nasional sangat mendesak agar percepatan penanganan dapat dilakukan secara maksimal,” tegas Rocky.

Barramoeda Aceh pun secara tegas mendesak pemerintah pusat agar segera menetapkan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai Bencana Nasional.

“Kami bagian dari Indonesia dan berhak mendapatkan penanganan yang adil, serius, dan setara. Negara tidak boleh abai,” pungkasnya. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x