RAKYAT ACEH | SIMEULUE – Anjlok dan turun drastis daya beli udang Vaname atau sering disebut udang tambak. Sehingga sejumlah pedagang udang di Kabupaten Simeulue, tak berkutik dicengkram kerugian.
Meskipun telah menurunkan harga hingga level Rp70.000 persatu kilogram, namun udang yang didatangkan oleh pedagang dari daratan pulau Sumatera itu, juga tidak mendapat lirikan dari konsumen.
Anjloknya daya beli konsumen itu, dibenarkan Saldi yang ditemui Harian Rakyat Aceh, Minggu, 25 Januari 2026. “Anjlok dan menurun drastis daya beli udang. Padahal saya sudah nekat turunkan harganya hingga 30 persen,” kata Saldi.
Lebih lanjut Saldi, yang membuka lapak jaualan udang di ruas jalur jalan paling paling sibuk di pusat Kota Sinabang, yang biasanya udang dijual Rp100 ribu persatu kilogram, dan nekat turunkan harga hingga ke level Rp70.000 persatu kilogram.
Untuk memenuhi konsumen, Saldi mendatangkan udang Vaname dalam satu pekan sebanyak dua kali sebanyak 200 kilogram via transportasi laut, dan untuk 100 kilogram hanya dalam waktu 4 hari habis terjual.
Celakanya selain anjlok daya beli, juga daya tahan udang itu hanya 4 hari, meskipun telah diupayakan kesegaran udang tersebut dengan cara dibekukan dalam tempat khusus, bertemperatur sangat dingin.
Saldi, juga mengaku tidak mengetahui penyebab anjloknya daya beli komsumen, namun selaku pedagang udang dan pemasok udang, dirinya merasakan daya beli anjlok sejak awal tahun 2026.
“Kejadian kurang pembeli udang ini terjadi sejak awal tahun 2026. Kalau tahun 2025 lalu, untuk 100 kilogram udang, ludes dalam waktu 4 hari, dan udang itu kami pesan dari luar pulau, yang membutuhkan waktu, perawatan dan biaya lumayan menyedot isi kantong,”imbuhnya.
Kini sisa udang yang tidak laku dan diperparah lagi daya tahan udang tidak lama, memaksa Saldi untuk keringkan udang mahal itu, menjadi udang kering yang kalah kualitasnya dengan kualitas ikan kering.
“Kalau udang vaname itu dikeringkan, ya hanya tinggal kulit lagi, kalah kualitasnya dengan ikan kering. Kalau saat ini jelas kami oedagang udang sangat rugi,” tutup Saldi, dengan wajah tak bersemangat. (Ahi).
Tidak ada komentar