x

TNI dan Masyarakat Peringati Nuzulul Qur’an di Korem Lilawangsa

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 08:13 4 redaksi

LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH

Prajurit TNI bersama masyarakat memperingati malam Nuzulul Qur’an pada Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Al-Fitrah, Kompleks Militer Korem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Jumat (6/3/2026) malam.

 

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut mengangkat tema “Ramadhan Membentuk Mental Prajurit TNI yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid untuk Indonesia Maju.”

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Isya berjamaah, tausiah agama, serta shalat Tarawih bersama prajurit dan jamaah yang hadir.

 

Dalam tausiah singkatnya, Ustadz Bayhaqi, S.Pd., M.Pd, Pimpinan Darul Quran Ibnu Katsir, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momen penting bagi umat Islam untuk mengingat turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Besar Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.

 

“Peristiwa Nuzulul Qur’an merupakan momentum bersejarah dalam Islam. Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup manusia, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.

 

Ia juga mengutip Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang benar dan yang batil.

 

Menurutnya, salah satu keutamaan Al-Qur’an adalah pahala berlipat bagi setiap muslim yang membacanya, serta menjadi syafaat pada hari kiamat bagi mereka yang mempelajari dan mengamalkannya.

 

“Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Imam Bukhari, ‘Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya’,” jelasnya.

 

Ustadz Bayhaqi juga menegaskan bahwa Ramadhan tidak hanya mengajarkan umat Islam menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi madrasah spiritual untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, serta kedisiplinan.

 

Menurutnya, prajurit TNI yang tangguh bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga mampu mengendalikan emosi dan menjaga akhlak.

 

“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita dilatih menahan emosi, mengendalikan hawa nafsu, serta membangun kedisiplinan yang kuat,” katanya.

 

Melalui momentum peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, ia mengajak umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Semoga dengan membiasakan diri bersama Al-Qur’an, Allah SWT memberikan keberkahan dalam hidup dan melapangkan rezeki kita semua,” pungkasnya. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x