Tokoh agama setempat melakukan Peusijuek jembatan darurat tipe Bailey di Gampong Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (3/4/2026). FOR RAKYAT ACEH.ACEH UTARA | RAKYAT ACEH – Upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah barat Indonesia kembali menunjukkan progres signifikan. TNI Angkatan Darat meresmikan jembatan darurat tipe Bailey di Gampong Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (3/4/2026), sebagai solusi strategis bagi ribuan warga yang sempat terisolasi akibat banjir besar pada November 2025.

Peresmian jembatan yang dikenal sebagai “Garuda Blang Reubek” ditandai dengan dilakukan Peusijuek oleh tokoh agama setempat. Bahkan, akan menjadi tonggak penting dalam pemulihan konektivitas antar wilayah. Selama berbulan-bulan, kerusakan parah pada jembatan sebelumnya telah menghambat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di sedikitnya 15 desa.
Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, melalui Danramil 08/Lhoksukon Kapten Inf. Zulkhaizir, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara TNI dan masyarakat setempat. Proyek tersebut juga melibatkan sejumlah satuan elit, termasuk Yonzipur 16, Yonzipur 6, serta Brigif 25 Siwah.
“Jembatan Bailey ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,5 meter, dengan kapasitas beban hingga 20 ton. Ini dirancang sebagai solusi cepat namun tetap aman untuk menunjang mobilitas masyarakat,” ujar Kapten Zulkhaizir.
Lebih dari sekadar infrastruktur sementara, kehadiran jembatan ini menjadi urat nadi baru bagi warga di desa-desa seperti Blang Reubek, Blang Aman, Mata Ie, dan Mata U. Akses menuju fasilitas kesehatan, pusat perdagangan, hingga layanan pemerintahan kini kembali terbuka.
Pemerintah melalui TNI menegaskan komitmennya dalam memastikan percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana, terutama di daerah-daerah dengan akses terbatas. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga dan menggunakan jembatan sesuai aturan guna memperpanjang masa pakainya.
Sementara itu, Geuchik Blang Reubek, Zulkarnaeni, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi daerahnya. Ia menilai pembangunan jembatan ini sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tengah situasi darurat.
“Ini bukan hanya jembatan, tapi harapan baru bagi kami untuk kembali bangkit,” ungkapnya.
Peresmian jembatan Garuda Blang Reubek sekaligus menjadi simbol sinergi antara negara dan rakyat dalam menghadapi dampak bencana, serta mempertegas peran strategis TNI dalam mendukung pembangunan dan pemulihan nasional. (arm/ra)
Tidak ada komentar