x

Pemulihan Ekonomi Warga Pembukaan Jalan Muyang Kute–Pepedang Jadi Prioritas

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Apr 2026 15:07 3 redaksi

RAKYAT ACEH | REDELONG – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menjadikan pembukaan kembali akses jalan Muyang Kute–Pepedang di Kecamatan Bukit sebagai prioritas utama dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi, Senin (6/4).

Ruas jalan yang menghubungkan Rumah Sakit Muyang Kute menuju Pepantang, Simpang Samarena hingga Pepedang tersebut sebelumnya sempat lumpuh total akibat tertutup material longsor di sejumlah titik, sehingga aktivitas masyarakat, terutama sektor pertanian dan perkebunan, terganggu.

Plt Kepala Dinas PUPR Bener Meriah, Alpahmi, mengatakan penanganan difokuskan pada jalur sepanjang sekitar 14,5 kilometer yang merupakan akses vital bagi warga. Pemerintah daerah menargetkan proses pembukaan jalan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hari, meski kondisi lapangan cukup berat.

“Target pengerjaan sekitar 30 hari. Kondisinya cukup berat karena badan jalan tertutup longsor dan tanah masih labil,” ujar Alpahmi.
Ia menjelaskan, selain timbunan tanah dan batu yang menutup badan jalan, terdapat pula jembatan di sepanjang ruas tersebut yang mengalami kerusakan. Cuaca yang masih sering diguyur hujan juga menjadi kendala dalam proses penanganan di lapangan.

Meski demikian, pihaknya tetap menurunkan alat berat dan personel guna mempercepat pembukaan akses agar jalan dapat segera dilalui masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menginstruksikan Camat Bukit, Syahrian, untuk mengoordinir langsung penanganan di lapangan bersama instansi terkait agar proses pemulihan berjalan maksimal.

Menurut Syahrian, jalan tersebut memiliki peran sangat penting karena menjadi penghubung antara Kecamatan Bukit dan Kecamatan Bandar sekaligus akses utama menuju kawasan perkebunan masyarakat.

“Jalur ini dipakai masyarakat menuju area kebun di Simpang Origon–Pepedang dan Simpang RS Muyang Kute–Samarena. Ada dua titik penghubung Bukit dan Bandar yang sangat bergantung pada jalan ini,” jelasnya.

Diperkirakan lebih dari 1.000 kepala keluarga dari 10 kampung di Kecamatan Bukit menggantungkan aktivitas ekonomi pada akses jalan tersebut. Jika tidak segera dibuka, masyarakat akan kesulitan mengangkut hasil panen yang berdampak langsung terhadap perekonomian warga.

“Kalau jalan ini tidak cepat dibuka, masyarakat akan kesulitan angkut hasil panen. Dampaknya langsung ke ekonomi warga,” tegas Syahrian.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap proses pembukaan jalan dapat berjalan lancar sehingga mobilitas masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi warga segera pulih. (uri)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x