x

17 Geuchik Kecamatan Bubon Studi Tiru di KPTA Desa Kuta Padang

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 17:54 67 redaksi

RAKYAT ACEH I MEULABOH – Sebanyak 17 Kepala Desa Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat kunjungi kawasan pengembangan ekonomi terpadu dan agrowisata di Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Kunjungan ini bagian dari studi tiru untuk mempelajari manajemen pengelolaan lahan kosong menjadi kawasan pengembangan ketahanan pangan.

Camat Bubon Amril Nuthihar S.IP., MAP, di Meulaboh, Kamis (9/4/2026), mengaku sengaja memilih kawasan pengembangan ekonomi terpadu dan agrowisata (KPTA) di Desa Kuta Padang, karena telah memiliki pengalaman dan manajemen kuat dalam pengelolaan lahan kosong menjadi area pengembangan ketahanan pangan.

“Saya sepaham dengan Geuchik Kuta Padang, untuk membuka lahan kosong menjadi kawasan ekonomi produktif, kepala Desa sebagai pemimpin, harus memiliki komitmen kuat dan teguh, agar saat menghadapi sedikit gesekan serta kritikan, semangat tidak sampai goyah berdampak program terhenti di tengah jalan,” ungkap Camat Bubon.

Dalam interaksinya, Amril menyatakan banyak motivasi yang menjadi masukan positif disampaikan Kepala Desa Kuta Padang kepada 17 Geuchik Kecamatan Bubon, dimulai dari membangun kekompakan, menyatukan visi dan misi, hingga step by step tahapan yang harus dilalui.

“Dari hasil diskusi, Geuchik Kuta Padang dengan lugas katakan prakteknya pasti bakal ada kendala, seperti kekurangan dana dan masalah lainnya, tapi Kepala Desa di Kecamatan Bubon harus kreatif jemput bola mencari sumber dana lain, selain dana desa,” ungkap Amril.

Dalam kunjungan studi tiru di Desa Kuta Padang Padang, peserta studi tiru mempelajari tentang budidaya ikan air tawar, tanaman kelapa 1500 batang, sawah, dan sayur-sayuran, mereka juga mempertanyakan cara pengembangan secara tepat hingga peluang pemasaran.

Program pengembangan ketahanan pangan di kecamatan Bubon ini, jelas Amril, sesuai dengan arahan Bupati Aceh Barat Tarmizi, meminta setiap desa harus kreatif mengelola setiap potensi gampong masing-masing.

“Kecamatan Bubon masih memiliki lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal, dengan adanya studi tiru ini, dapat memotivasi para geuchik membuka kawasan ekonomi produktif mendukung ketahanan pangan,” harap Amril.

Sebagai informasi, dalam sembilan hektar kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dan Agrowisata (KPTA) Desa Kuta Padang, sejumlah kegiatan produktif, seperti budi daya ikan air tawar, area persawahan, sayur-sayuran, tanaman kelapa 1500 batang, dan hewan ternak kambing.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x