RAKYAT ACEH | BLANGPIDIE – Sejumlah pengusaha kilang padi di kabupaten Abdya menjerit karena beras hasil dari petani setempat diduga tidak diserap oleh perum Bulog di Kabupaten Abdya.
Stok beras yang dibeli oleh pemilik kilang padi dari hasil panen petani lokal di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Abdya selama ini menumpuk di pabriknya.
Berdasarkan pengakuan salah seorang pengusaha kilang padi di Abdya menyatakan, bertumpuknya beras di kilang padi karena Bulog Abdya tidak melibatkan pemilik kilang padi untuk pengadaan stok di Gudang Bulog.
Informasi yang diperoleh dibeberapa kilang padi bahwa, Perum Bulog Abdya mengambil beras di Kabupaten tetangga. Sebab, di Abdya tidak ada kilang padi yang mengetahui atau dilibatkan oleh pihak Bulog pada pengadaan stok beras seperti biasanya.
“Biasanya Bulog memanggil seluruh pemilik kilang padi untuk musyawarah pengadaan beras untuk Bulog, namun selama ini hal itu tidak ada lagi,” ucap salah satu pemilik kilang padi di Blangpidie, Man Laris kepada Wartawan, Jumat, (10/4) usai apel upacara HUT Abdya.
Pihak pemilik kilang padi mempertanyakan dari mana stok beras yang saat ini ada di gudang perum Bulog Abdya, sedangkan Bulog tidak membeli beras dari kilang padi lokal, sehingga timbul dugaan bahwa beras itu di pasok dari luar Abdya.
“Jika hal ini benar adanya, sama saja seperti Buya Kreung Teudong-dong, Buya Tamong Meuraseki, Buaya sungai (penduduk lokal) hanya terdiam, buaya pendatang (orang asing) dapat rezeki) hal ini karena beras yang dikabarkan di pasok oleh Bulog dari Nagan Raya dan Aceh Barat merupakan beras yang di beli oleh pengusaha asal kedua kabupaten itu dari Abdya.
Menurut informasi, beras dari Abdya di beli oleh pengusaha Nagan Raya dan Aceh Barat, kemudian Bulog Abdya beli lagi dari pengusaha itu. Alhasil, yang di untungkan pengusaha luar.
“Pengusaha lokal ada, mereka membeli beras pada petani lokal, mempekerjakan masyarakat lokal, tentu patut di suport,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, harusnya Pemerintah Abdya melalui dinas terkait patut bertindak. Pemerintah setempat diminta untuk memerhatikan kilang padi di Abdya, sebab, banyak tenaga kerja lokal yang diserap dan menggantungkan hidup pada pekerjaan itu.
“Kita (pengusaha kilang padi) mempekerjakan warga lokal, tentu sudah sepatutnya di suport oleh pemerintah, bukan menguntungkan pengusaha luar,” ucapnya.
Disebutkan, sejumlah pengusaha kilang padi di Abdya saat ini mulai gelisah dan tidak enak hati lantaran banyak petani yang menjual hasil panennya kepada mereka, namun harus di tolak lantaran stok beras di gudang kilang mereka saat ini sudah menumpuk.
“Bagaimana kami menampung hasil panen petani, sedangkan di gudang kami stok melimpah. Kami serba salah sekarang. Ini perlu tindakan cepat dan dukungan dari pemerintah untuk meluruskan hal ini, karena jika di biarkan akan berdampak pada petani,” pintanya. (mat)
Tidak ada komentar