Beginilah kondisi landasan pacu dan parkir di Terminal Bus antar Provinsi dari Kota Beureunuen, rusak parah berlubang dan berlumpur. Rakyat Aceh/Dhian Anna AsmaraRAKYAT ACEH | SIGLI – Kondisi Terminal Kota Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, kian memprihatinkan. Kerusakan parah pada landasan parkir kendaraan angkutan umum dan truk barang memicu keluhan masyarakat serta pelaku usaha di kawasan tersebut.

Pantauan warga, permukaan terminal kini dipenuhi lubang besar yang tergenang air dan lumpur, terutama saat musim hujan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta pengunjung terminal.
“Kerusakan ini sudah lama terjadi, tapi belum ada penanganan serius.
Saat hujan, lubangnya seperti kubangan kerbau, sangat sulit dilalui,” ujar HM Djakfar bersama sejumlah warga lainnya seperti Tgk H Amir, Haji Jakfar, dan Abdul Rahman.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, khususnya melalui Dinas Perhubungan, segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap landasan terminal yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat tersebut.
Warga juga mengungkapkan, beberapa bulan lalu Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, sempat meninjau langsung kondisi terminal. Namun hingga kini belum terlihat adanya realisasi perbaikan.
Keluhan serupa disampaikan Haji Hasballah dan M. Saad. Menurut mereka, kondisi landasan parkir di depan deretan toko dan warung makan sudah sangat rusak dan perlu segera diaspal ulang.
“Kalau kemarau, debunya sangat parah. Kalau hujan, jadi lumpur dan becek,” katanya.
Terminal Beureunuen sendiri merupakan salah satu titik vital aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Selain melayani angkutan antarprovinsi dan antarkota, terminal ini juga menjadi lokasi bongkar muat barang oleh truk-truk besar yang menyuplai kebutuhan pertokoan di kawasan itu.
Sebagai kota dagang yang cukup ramai, Beureunuen dikenal memiliki jalur lalu lintas padat serta menjadi sentra produksi “keureupuk mulieng” (emping melinjo). Aktivitas pasar rakyat yang digelar setiap hari Sabtu juga turut memperkuat peran strategis kawasan ini sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Tak hanya terminal, warga juga menyoroti kondisi jalan kabupaten menuju Gampong Tiba Masjid, Kecamatan Mutiara Timur, yang mengalami kerusakan serupa.
Jalan sepanjang sekitar tiga kilometer tersebut kini dipenuhi lubang dan genangan lumpur saat musim hujan, sehingga menyulitkan pengendara, khususnya roda dua, serta pejalan kaki.
“Dulu jalannya beraspal, tapi sekarang sudah terkelupas dan rusak berat. Ini sangat mengganggu aktivitas warga,” ungkap masyarakat setempat.
Kondisi infrastruktur yang kian memburuk ini diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pidie, di bawah kepemimpinan Bupati Sarjani Abdullah dan Wakil Bupati Alzaizi Umar, guna segera dilakukan perbaikan demi menunjang kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. (ana/rus)
Tidak ada komentar