
LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah akan diperingati secara istimewa oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jami’ At-Taqwa Paloh melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan edukasi peradaban yang dipusatkan di kawasan Paloh, Kecamatan Muara Satu,Kota Lhokseumawe.

Salah satu agenda yang diprediksi menyedot perhatian masyarakat adalah Pengajian Akbar yang menghadirkan ulama kharismatik Aceh, Abuya Habibi Wali dari Labuhan Haji. Dalam tausiyahnya, Abuya akan mengupas tema besar “Melawan Lupa: Menyongsong Kembali Kejayaan Aceh”, yang mengangkat sejarah gemilang Aceh sebagai pusat peradaban Islam dunia sekaligus refleksi terhadap kondisi Aceh masa kini.
Ketua BKM Jami’ At-Taqwa Paloh, Dr. Tgk. H. Ramli Amin, S.Ag., M.Kom.I, mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremonial pergantian kalender hijriah, tetapi harus menjadi momentum membangun kesadaran kolektif umat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangkitan peradaban.
“Kami ingin momentum 1 Muharram menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam memperkuat syariat Islam, meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang keagamaan, sekaligus menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap sejarah dan peradaban Aceh yang pernah menjadi mercusuar Islam dunia,” ujar Ramli Amin kepada Rakyat Aceh, Rabu (17/6).
Menurutnya, pengajian akbar yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 27 Juni 2026, akan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami faktor-faktor yang pernah mengantarkan Aceh mencapai puncak kejayaan serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk membangun masa depan yang lebih bermartabat.
Selain pengajian akbar, BKM Jami’ At-Taqwa Paloh juga menggelar Pelatihan Tajhiz Jenazah pada Minggu, 22 Juni 2026. Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 100 peserta putra dan putri dari Gampong Meuria Paloh dan Gampong Padang Sakti.
Pelatihan berlangsung selama sehari penuh dengan kombinasi materi teori dan praktik langsung mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan hingga proses pemakaman.
Program ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader masyarakat yang memiliki kemampuan dan kesiapan dalam melaksanakan fardhu kifayah di lingkungan masing-masing, sehingga kebutuhan pelayanan keagamaan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
BKM Jami’ At-Taqwa Paloh mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan mengambil bagian dalam kedua kegiatan tersebut. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana membangun kesadaran bersama bahwa kebangkitan Aceh tidak hanya dimulai dari pembangunan fisik, tetapi juga dari penguatan iman, akhlak, ilmu pengetahuan, dan penghormatan terhadap sejarah.
Melalui rangkaian kegiatan ini, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah diharapkan menjadi momentum hijrah pemikiran, penguatan karakter umat, serta titik awal lahirnya kembali semangat kejayaan Aceh yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan peradaban yang maju. (arm/ra)
Tidak ada komentar