
LHOKSEUMAWE | RAKYAT ACEH– Satu tahun sejak dipercaya memimpin PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda), Direktur Utama Habibillah, S.E., mulai mengarahkan perusahaan daerah tersebut menuju fase transformasi yang lebih progresif. Alih-alih mengejar hasil instan, tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pembenahan fondasi bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, serta membuka peluang investasi baru yang diyakini menjadi kunci kebangkitan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Habibillah resmi dilantik oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., bersama jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) pada 30 Juni 2025 untuk masa jabatan 2025–2030. Tepat satu tahun kemudian, pada 30 Juni 2026, kepemimpinannya memasuki babak baru dengan sejumlah agenda strategis yang mulai menunjukkan arah perubahan perusahaan.
Menurut Habibillah, tahun pertama merupakan fase konsolidasi dan penataan internal. Berbagai aspek mendasar dibenahi agar Perseroda memiliki sistem kerja yang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Fokus pembenahan dilakukan melalui penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), penyempurnaan sistem manajemen, peningkatan efisiensi operasional, serta penyelesaian sejumlah persoalan strategis yang selama ini menjadi perhatian perusahaan.
Di antara agenda prioritas tersebut ialah optimalisasi pengelolaan jaringan gas (jargas) rumah tangga serta pengembangan Rumah Sakit Arun Lhokseumawe sebagai aset strategis yang diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain melakukan pembenahan dari sisi internal, Perseroda juga mulai memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai calon investor. Sejumlah komunikasi bisnis dan penjajakan kerja sama terus dilakukan sebagai bagian dari strategi membuka sumber pendapatan baru, mengembangkan sektor usaha potensial, serta memperkuat daya saing perusahaan daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.
Habibillah menegaskan bahwa Perseroda harus mampu bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang modern, profesional, dan memiliki orientasi bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan BUMD tidak hanya berfungsi sebagai pengelola aset pemerintah, tetapi juga harus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan sektor-sektor produktif.
“Fokus kami adalah membangun fondasi perusahaan yang sehat terlebih dahulu. Dengan tata kelola yang kuat dan kepercayaan investor yang terus meningkat, Perseroda diharapkan mampu berkembang menjadi perusahaan daerah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan Kota Lhokseumawe,” ujar Habibillah, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Rabu (8/7).
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Perseroda menargetkan percepatan realisasi berbagai program pengembangan usaha dan investasi. Fondasi yang telah dibangun selama satu tahun terakhir diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, memperbesar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, serta memperkuat posisi Lhokseumawe sebagai kawasan yang semakin menarik bagi dunia investasi.
Habibillah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe, Dewan Komisaris, jajaran direksi, seluruh karyawan, serta para mitra strategis yang terus memberikan dukungan terhadap proses transformasi PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda). Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, Perseroda akan mampu tumbuh sebagai BUMD yang sehat, inovatif, dan menjadi salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi Kota Lhokseumawe.
Untuk melakukan itu Habibi tidak sendirian, ia akan selalu bergerak
bersama jajaran Direksi PTPL, seperti Junaidi, S.E., Direktur Umum dan Keuangan, serta Ir. Muntazar, S.T., M.T., sebagai Direktur Pengembangan Usaha.
Kemudian juga akan selalu berkoordinasi dengan jajaran dewan komisaris, yakni Dr. Muammar Khadafi, S.E., M.Si.Ak.CA.CMA., selaku Komisaris Utama PTPL, bersama anggota Komisaris, Andi Isnanda, AP., S.H., M.Kn.CPLA., dan Sulaiman, S.Pd.I.
(arm/ra)
Tidak ada komentar