Seekor gajah liar terlihat berada di kawasan permukiman Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo Selasa malam (7/7/). MASHURI | RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | REDELONG – Warga Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, dikejutkan dengan kemunculan seekor gajah liar yang tiba-tiba memasuki kawasan permukiman pada Selasa malam (7/7). Kemunculan satwa dilindungi tersebut membuat warga panik hingga berhamburan keluar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sejumlah warga kemudian berkumpul dan berjaga di sekitar kampung sambil berupaya menggiring gajah kembali ke arah perkebunan dan kawasan hutan menggunakan peralatan seadanya.
Kepala Dusun Mandiri Kampung Negeri Antara, Rahmadani, mengatakan gajah liar itu sempat mondar-mandir di depan rumahnya sebelum bergerak ke rumah-rumah warga lainnya.
“Alhamdulillah rumah kami tidak ada yang dirusak. Namun kami semua sangat ketakutan. Warga langsung berhamburan keluar rumah saat melihat gajah berada di tengah kampung,” ujar Rahmadani kepada awak media.
Menurutnya, hingga malam hari warga masih bertahan di luar rumah untuk memantau pergerakan gajah. Upaya pengusiran dilakukan secara mandiri karena warga khawatir keberadaan satwa tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Meski beberapa kali dihalau, gajah itu tetap berhenti di depan sejumlah rumah warga dan seolah tidak menghiraukan teriakan masyarakat. Bahkan, pada satu titik, gajah berdiri tepat di depan salah satu rumah yang saat itu sedang digunakan anak-anak untuk mengaji.
Setelah beberapa saat disorot menggunakan cahaya senter, gajah tersebut perlahan kembali berjalan. Namun hanya beberapa meter dari lokasi sebelumnya, satwa bertubuh besar itu kembali berhenti sehingga membuat warga semakin waspada.
Rahmadani mengaku warga mengalami kesulitan menggiring gajah keluar dari permukiman karena tidak memiliki mercon, yang selama ini dinilai menjadi alat paling efektif untuk menghalau gajah liar.
“Hingga sekarang kami masih berjaga-jaga. Kami berharap ada bantuan dari pihak terkait agar gajah ini bisa segera digiring kembali ke habitatnya, sehingga tidak membahayakan warga maupun satwa itu sendiri,” pungkasnya. (uri/ra)
Tidak ada komentar