x

Kelangkaan Material Hambat Pembangunan Huntap di Bener Meriah

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 18:25 6 redaksi

RAKYAT ACEH | REDELONG – Kendala material bangunan menjadi perhatian utama Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, saat mengikuti rapat evaluasi bantuan stimulan rumah rusak bersama Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M., secara virtual dari Pendopo Bupati Bener Meriah, Senin (3/8).
Rapat tersebut membahas pelaksanaan bantuan stimulan Rumah Rusak Ringan (RSR) dan Rumah Rusak Sedang (RSS) yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah daerah.

acara tersebut juga diikuti oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Khairmansyah, S.IP., M.Sc., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Samusi Purnawira Dade, S.H., S.IP., M.Si., serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bener Meriah Ilham Abdi, S.STP., M.AP.

Rapat evaluasi dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, dan diikuti pemerintah daerah yang tengah melaksanakan program rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tagore Abubakar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana agar segera dapat ditempati.

Bupati menjelaskan bahwa percepatan pembangunan Huntap masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan. Salah satu persoalan utama ialah kelangkaan semen dan beberapa material bangunan yang dibutuhkan untuk proses konstruksi.

Menurutnya, keterbatasan pasokan material tersebut berpotensi memperlambat penyelesaian pembangunan hunian tetap, padahal masyarakat korban bencana sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak, aman, dan permanen.

“Kami memohon dukungan pemerintah pusat agar dapat membantu ketersediaan semen dan material bangunan di Kabupaten Bener Meriah. Dengan demikian, pembangunan hunian tetap dapat berjalan lebih cepat demi kesejahteraan masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Tagore.

Selain meminta dukungan penyediaan material, Bupati juga berharap mekanisme pelaksanaan program tidak terlalu rumit sehingga proses pembangunan dapat berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.
“Saya berharap jangan terlalu banyak aturan yang dapat mempersulit masyarakat kami. Yang terpenting, masyarakat segera mendapatkan hunian tetap yang layak dan aman,” tegasnya.
Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan BNPB dan pemerintah pusat dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pemerintah daerah berharap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, terutama terkait ketersediaan material bangunan, dapat segera diatasi sehingga pembangunan Huntap berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana. (uri/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x