x

Ek Geunteut Bangkit di Milad ke-800 Samudera Pasai, Tiga Pelajar Aceh Utara Terima Hadiah

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Sep 2026 16:48 1 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Semangat melestarikan permainan tradisional Aceh kembali menggema dalam perhelatan Piasan Pasai, memperingati Milad ke-800 Samudera Pasai. Tiga pelajar yang berhasil meraih prestasi dalam perlombaan Ek Geunteut atau enggrang kini menerima hadiah dan penghargaan dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporaparekraf) Aceh Utara.

 

Penyerahan hadiah uang pembinaan berlangsung di Kantor Disporaparekraf Aceh Utara, Rabu (16/9), diserahkan oleh Kepala Disporaparekraf Aceh Utara yang diwakili oleh Kepala Bidang Keolahragaan, Zulfikar Z, S.Pd., MT.

 

Perlombaan tersebut sebelumnya digelar pada Rabu (9/9/2026), di lingkungan Kantor Bupati Aceh Utara, dengan melibatkan para pelajar dari sejumlah sekolah.

 

Dalam kompetisi yang mengandalkan keseimbangan, ketangkasan, dan konsentrasi itu, Muhammad Ikbar dari SMAN 2 Sawang berhasil meraih juara pertama.

 

Sementara itu, Ahmad Rafi Akbar dari SMAN 1 Lhoksukon menempati posisi kedua, disusul Fajar Ramadhan dari SMAN 1 Dewantara di peringkat ketiga.

 

Ketiga pemenang memperoleh, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Juara pertama menerima Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, dan juara ketiga Rp500 ribu.

 

Hidupkan Kembali Permainan Warisan Leluhur

 

Perlombaan Ek Geunteut menjadi salah satu upaya menghadirkan kembali permainan tradisional Aceh di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.

 

Melalui rangkaian Piasan Pasai dalam momentum Milad ke-800 Samudera Pasai, permainan rakyat yang dahulu akrab dengan kehidupan masyarakat itu kembali diperkenalkan dalam suasana kompetitif, edukatif, dan penuh semangat kebersamaan.

 

Lebih dari sekadar hiburan, Ek Geunteut mengandung nilai-nilai positif yang dapat membentuk karakter generasi muda. Permainan ini melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, ketangkasan, disiplin, serta sportivitas.

 

Keterlibatan pelajar dalam perlombaan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, memainkan, dan menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.

 

Kepala Disporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., bersama Kepala Bidang Keolahragaan, Zulfikar Z, S.Pd., MT., menjadi bagian dari jajaran dinas yang mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga tradisional tersebut.

 

Melalui kegiatan seperti Ek Geunteut, permainan tradisional diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kenangan masa lalu, tetapi juga tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.

 

Piasan Pasai dalam rangka Milad ke-800 Samudera Pasai pun menjadi momentum untuk mempertemukan semangat pelestarian budaya, pengembangan potensi generasi muda, serta kebanggaan terhadap sejarah dan identitas Aceh Utara.(arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x