x

Jalan Longsor Lintas KKA Diperbaiki Diharapkan Arus Transfortasi Kembali Lancar

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Agu 2026 11:21 6 redaksi

RAKYAT ACEH|LHOKSEUMAWE – Sejumlah ruas jalan lintasan KKA-Bener Meriah, yang mengalami longsor dan jalan rusak pasca banjir Hidrometeorologi dalam pengerjaan, Rabu 26 Agustus 2026.

Jalan wal perbaikan berada di jembatan gunung Salak, atau Km 32 yang kerab jatuh korban bagi pengendera roda empat maupun dua.

Untuk memberikan kenyamanan pagi masyarakat menuju kawasan Bener Meriah, Takengon dan sebaliknya ke Aceh Utara dan Lhokseumawe, jembatan balley pun sudah tidak ada lagi.

Kini jalan memasuki puncak gunung tersebut, justru dilakukan pelebaran jalan agar mempermudahnya.

Seorang warga setempat yang juga membuka warung kuliner menyatakan sangat bersyukur adanya upaya perbaikan jalan lintas KKA.

“Semoga dengan kondisi jalan kembali membaik, masyarakat mau menikmati lagi udara sejuk dan keindahan disini. Jadi, warung- warung kami pun kembali ada pembeli,” kata Kak Nah sapaannya kepada Rakyat Aceh.

Nada serupa disampaikan Kak War di Km 39. Disebutkan, warung semakin sepi pasca banjir dan jalan rusak sejak setahun lalu.

Pisang dan tahu goreng yang dijajakan depan warung sekalian tempat tinggalnya pun sangat sepi.

” Jalan rusak sudah memberikan dampak bagi kami yang jualan. Sepi karena malas orang lewat. Paling-paling orang yang mau ke kebun kopinya saja,” ungkap ibu tiga putra/putri ini.

Namun, syukurlah adanya upaya perbaikan jalan dan longsor. Sehingga jalan kembali ramai. ” Jalan sebelum banjir November tahun lalu saja sudah banyak yang rusak. Apa lagi saat ini beberapa jalan aspal sudah amblas. Alhamdulilah kini beberapa lokasi longsor sudah mulai dibuat. Sekarang kalau lihat anak ke pesantren naik sepeda motor berani kita, ” paparnya panjang lebar.

Sementara itu, Ramli seorang warga pemilik lahan kebun di  Dusun Jabal Antara, Desa Alu Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Km 36,5 mengatakan selama jalan rusak juga menghambat aktivitasnya membawa buah kopi ke Buntul atau Kamp Kabupaten Bener Meriah.

” Bila tidak hati-hati, kita akan tergelincir dan sangat beresiko. Tidak kita bawa hasil kebun ke Buntul, dapur bisa-bisa ngak berasap,” tuturnya sambil tertawa.

Disinggung harga dan kondisi kebun kopi saat ini, Ramli menyebutkan buah kopi sudah mulai awal panen buat kawasannya. ” Memang panen lebih duluan di daerah gunung salak ini, bila dibandingkan di kamp dan Buntul, Bener Meriah. Bahkan, saat ini beberapa pembeli atau toke di Bener Meriah, sudah sering datang ingin membeli buah kopi langsung ke pemilik kebun. Kalau sekarang harga sebambu atau ukuran 1,5 kg Rp 20.000,” katanya.

Dengan membaiknya lintasan alternatif menuju dataran tinggi Gayo dan sebaliknya ke Aceh Utara, arus angkutan umum seperti bis malam, tujuan Medan, Sumatera Utara, dari Pondok Baru, kembali lancar. (ung)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x