x

Hardikda Aceh ke-67, Tgk Muchtar Andhika Soroti Pendidikan dan Peringatan di Sabang

waktu baca 2 menit
Rabu, 2 Sep 2026 15:31 7 redaksi

RAKYAT ACEH | SABANG – Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 yang diperingati pada Rabu, 2 September 2026, mendapat sorotan dari mahasiswa Institut Nahdlatul Ulama Aceh (ISNU Aceh), Tgk. Muchtar Andhika.

Hardikda tahun ini mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat.”

Momentum tersebut seharusnya menjadi kesempatan bagi seluruh daerah di Aceh untuk kembali memperkuat komitmen terhadap kemajuan pendidikan.

Namun, Tgk. Muchtar Andhika mempertanyakan pelaksanaan peringatan Hardikda di Kota Sabang. Ia menyoroti mengapa tidak terlihat adanya pelaksanaan upacara peringatan Hardikda yang melibatkan unsur pemerintah daerah, insan pendidikan, mahasiswa, maupun elemen masyarakat di Kota Sabang.

“Kita mempertanyakan, mengapa pada peringatan Hari Pendidikan Daerah Aceh ke-67 ini tidak ada upacara di Kota Sabang? Hardikda merupakan momentum penting bagi dunia pendidikan Aceh.

Seharusnya peringatan ini tidak hanya menjadi simbol di tingkat provinsi, tetapi juga dirasakan di daerah, termasuk Kota Sabang,” ujar Tgk. Muchtar Andhika.

Menurutnya, upacara bukan semata-mata kegiatan seremonial. Peringatan Hardikda dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi pendidikan di Kota Sabang, sekaligus memberikan penghargaan kepada guru, siswa, mahasiswa, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Ia menilai, semangat Hardikda harus diwujudkan melalui perhatian nyata terhadap kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan, serta peningkatan kualitas generasi muda.

“Kalau tema Hardikda adalah membangun generasi Islami, unggul dan bermartabat, maka kita berharap semangat tersebut benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Kota Sabang,” katanya.

Tgk. Muchtar juga mengajak Pemerintah Kota Sabang dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menjadikan Hardikda sebagai momentum evaluasi dan kebangkitan pendidikan daerah.

Ia berharap pada tahun-tahun mendatang peringatan Hardikda di Kota Sabang dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan melibatkan seluruh unsur pendidikan serta masyarakat.

“Jangan sampai Hardikda hanya diperingati sebagai tanggal di kalender. Mari kita jadikan 2 September sebagai momentum untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih harus diperbaiki demi masa depan pendidikan Sabang dan Aceh,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x