x

Delapan Abad Samudera Pasai, Bung Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif Aceh Utara 2026

waktu baca 7 menit
Rabu, 16 Sep 2026 11:13 9 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSUKON — Delapan abad perjalanan Samudera Pasai menjadi momentum lahirnya sebuah penghargaan bagi sosok yang dinilai konsisten menggerakkan generasi muda, memperkuat jejaring sosial, serta mengabdikan diri pada pendidikan, keagamaan, komunikasi publik, profesi, organisasi, adat dan budaya.

 

Sosok tersebut adalah Dr (C). Ir. Muhammad Hatta, SST., MT., CPS., CPPS., CMPS., CCLS., CTRS., CCHS., yang akrab disapa Bung Hatta. Ia dianugerahi Tokoh Pemuda Inspiratif Aceh Utara 2026 pada malam puncak sekaligus penutupan rangkaian Milad ke-800 Bumoe Samudera Pasai dan Piasan Pase, Minggu malam (13/9/2026).

 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M.

 

Anugerah itu menjadi penanda atas perjalanan panjang Bung Hatta yang selama bertahun-tahun tidak hanya menekuni dunia profesional, tetapi juga aktif berada di tengah masyarakat dan generasi muda.

 

Jejak pengabdiannya terbentang dari masjid, lingkungan pendidikan, organisasi profesi, pemerintahan, forum akademik, komunikasi publik hingga ruang pelestarian adat dan budaya Aceh.

 

Bukan Sekadar Berbicara, tetapi Menggerakkan

 

Kedekatan dengan generasi muda menjadi salah satu karakter yang paling menonjol dari perjalanan Bung Hatta.

 

Ia dikenal mudah berinteraksi dengan pemuda dan kerap memberikan motivasi agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Menurutnya, anak muda harus memiliki kapasitas, keberanian, integritas dan kemampuan membangun jejaring untuk mengambil peran lebih besar.

 

Ia mendorong pemuda untuk terus belajar, memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, produktif, kreatif dan inovatif, sekaligus berani berkompetisi dari tingkat daerah hingga nasional dan internasional.

 

Bagi Bung Hatta, masa depan Aceh Utara tidak cukup hanya dibicarakan. Masa depan harus dipersiapkan melalui pembangunan kualitas manusia, terutama generasi muda yang nantinya akan menerima estafet kepemimpinan.

 

Semangat itu antara lain diwujudkannya melalui Komunitas Pemuda Subuh (Kompas) Aceh Utara yang dipimpinnya sejak 2022.

 

Selama bertahun-tahun, ia juga konsisten menjadi salah seorang penggerak Safari Subuh dan Zikir Bersama Tadzkiratul Ummah di Aceh Utara.

 

Gerakan tersebut mempertemukan unsur kepemudaan, sosial dan spiritual dalam satu ruang silaturahmi. Dari masjid ke masjid, Bung Hatta berinteraksi dengan masyarakat, ulama, tokoh dan pemuda sekaligus ikut menghidupkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman.

 

Di tengah aktivitas tersebut, ia tetap menjalankan amanah sebagai imam rawatib Masjid Haji Muhammad Hanafiah Lhoksukon dan Masjid Al-Bayan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

 

Mengubah Komunikasi Menjadi Kekuatan Kolaborasi

 

Di luar aktivitas sosial-keagamaan, Bung Hatta dikenal memiliki kekuatan dalam komunikasi publik.

 

Pengalaman panjang di bidang public speaking membuatnya dipercaya menjadi narasumber, moderator dan master of ceremony dalam berbagai forum, baik tingkat daerah, nasional maupun internasional.

 

Kemampuan vokal, artikulasi, intonasi, membaca audiens dan menguasai panggung menjadi bagian dari kompetensinya.

 

Namun, bagi Bung Hatta, komunikasi bukan sekadar kemampuan berbicara di depan publik.

 

Komunikasi, menurutnya, merupakan instrumen untuk membangun hubungan, mempertemukan berbagai perspektif, menyampaikan gagasan dan mendorong orang lain mengambil peran.

 

Gagasan tersebut juga ia bagikan melalui berbagai forum dan tulisan opini di media, terutama menyangkut komunikasi, kehumasan, public speaking, pendidikan, kepemudaan serta dinamika sosial kemasyarakatan.

 

Di dunia profesional, Bung Hatta mengemban amanah sebagai Koordinator Humas dan Kerja Sama Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL).

 

Ia juga dipercaya sebagai Ketua Forum Humas Politeknik Negeri se-Indonesia dan Ketua Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh.

 

Pengalaman tersebut memperluas ruang kolaborasinya dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan industri, media, organisasi profesi hingga masyarakat.

 

Pesan yang kerap disampaikannya kepada pemuda sederhana tetapi penting: kompetensi harus dibangun, komunikasi harus dikuasai, sedangkan jejaring harus dirawat dengan kepercayaan dan integritas.

 

Pengabdian yang Mendapat Pengakuan Negara

 

Konsistensi Bung Hatta dalam dunia pendidikan dan pelayanan publik juga memperoleh pengakuan negara.

 

Pada 2026, ia menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas pengabdian dan kesetiaannya dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

 

Penghargaan tersebut melengkapi perjalanan profesionalnya yang selama ini berjalan beriringan dengan aktivitas sosial dan kemasyarakatan.

 

Selama tujuh tahun, Bung Hatta juga pernah dipercaya menjadi Tim Ahli Bupati Aceh Utara dalam tiga periode kepemimpinan.

 

Dalam perjalanan tersebut, ia berkesempatan berinteraksi dengan berbagai lapisan pemerintahan dan masyarakat.

 

Pada 2022, misalnya, ia turut mengambil peran sebagai penghubung dan fasilitator dalam mempertemukan unsur ulama, umara dan aghniya untuk mendorong gagasan kemandirian ekonomi dayah di Dayah Kupie.

 

Sejak 2023 hingga kini, ia juga dipercaya menjadi moderator pengajian akbar di Galon Kupi, Kompleks SPBU Pulo Pisang, Sigli, yang menghadirkan sejumlah ulama kharismatik Aceh.

 

Profesional, tetapi Tetap Berpijak pada Identitas Aceh

 

Di tengah keterbukaan terhadap dunia profesional dan perkembangan zaman, Bung Hatta tetap memberikan perhatian terhadap adat, budaya dan nilai-nilai keislaman.

 

Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Adat Istiadat Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Utara.

 

Melalui peran tersebut, ia ikut mendorong pelestarian dan pewarisan nilai-nilai adat serta budaya Aceh kepada generasi berikutnya.

 

Bagi Bung Hatta, kemajuan tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan akar.

 

Generasi muda, menurutnya, harus mampu berpikir global dan berkompetisi dalam dunia modern, tetapi tetap memahami identitas, adat, budaya dan nilai-nilai yang membentuk dirinya.

 

Pandangan itu menjadi semakin relevan ketika Aceh Utara memperingati 800 tahun Samudera Pasai, sebuah tonggak sejarah yang tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang tanggung jawab generasi masa kini dalam menyiapkan masa depan.

 

Jejaring Organisasi dan Profesi

 

Kiprah Bung Hatta juga terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai organisasi.

 

Ia telah dua periode dipercaya sebagai Sekretaris ICMI Orda Lhokseumawe dan sejak 2006 hingga kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Ikatan Alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe (IKAPOLINEL).

 

Ia juga aktif sebagai Dewan Pembina Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) Provinsi Aceh, pernah menjabat Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Lhokseumawe periode 2021–2024, serta kini dipercaya sebagai Dewan Pakar PII Kota Lhokseumawe periode 2024–2027.

 

Sebelumnya, ia juga aktif dalam Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Aceh periode 2017–2019.

 

Di bidang kepemudaan, Bung Hatta pernah menjadi salah seorang Wakil Ketua DPD KNPI Aceh Utara periode 2018–2022, aktif di PERGUNU serta terlibat dalam sejumlah organisasi profesi, sosial dan kemasyarakatan lainnya.

 

Lintasan panjang tersebut membuatnya terbiasa bergerak di berbagai lingkungan tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi.

 

Humanis dan Mudah Membangun Kedekatan

 

Di kalangan sahabat dan kolega, suami dari Cut Ramadhani, S.Pd., itu dikenal sebagai sosok humanis, komunikatif, rendah hati dan humoris.

 

Ia dapat tampil formal dalam forum resmi, namun pada kesempatan lain mudah mencair ketika berada bersama masyarakat maupun kalangan muda.

 

Kemampuan membangun suasana membuatnya dapat berinteraksi dengan berbagai kelompok, mulai dari pemuda, akademisi, politisi, praktisi, pengusaha dan profesional hingga tokoh masyarakat, ulama, birokrat serta pemangku kepentingan lainnya.

 

Dari sinilah sosok inspiratif Bung Hatta menemukan maknanya.

 

Ia tidak hanya berbicara mengenai produktivitas, jejaring, spiritualitas, profesionalisme dan pentingnya menjaga budaya. Ia berusaha menjalankan nilai-nilai tersebut dalam perjalanan hidupnya.

 

Dunia profesional membentuk kompetensinya. Organisasi menempa kepemimpinan dan kolaborasi. Public speaking mengasah kemampuan menyampaikan gagasan. Jejaring mempertemukannya dengan banyak kalangan. Adat dan budaya menjaga identitasnya, sementara masjid dan aktivitas sosial-keagamaan menjaga kedekatannya dengan masyarakat.

 

Karena itu, inspirasi yang dibawanya tidak bertumpu pada satu jabatan atau satu bidang.

 

Ia tumbuh dari konsistensi untuk terus belajar, berbagi pengalaman, membangun jejaring, hadir di tengah masyarakat dan mendorong generasi muda berani mengambil peran.

 

Anugerah di Momentum 800 Tahun Samudera Pasai

 

Penghargaan tersebut menjadi semakin simbolis karena diberikan ketika Aceh Utara memperingati delapan abad perjalanan Samudera Pasai.

 

Delapan ratus tahun silam, Samudera Pasai tumbuh sebagai salah satu simpul penting peradaban di kawasan ini.

 

Kini, warisan sejarah tersebut menjadi tantangan bagi generasi masa kini untuk melanjutkan cerita itu dengan cara yang berbeda.

 

Bukan sekadar mengenang kejayaan masa lalu, tetapi membangun manusia yang mampu membawa Aceh melangkah lebih jauh.

 

Generasi yang berilmu tanpa kehilangan adab. Profesional tanpa tercerabut dari akar budaya. Mampu berbicara sekaligus bersedia mendengar. Memiliki jejaring tetapi tetap rendah hati. Berani bermimpi, namun juga bersedia bekerja keras untuk mewujudkannya.

 

Dalam konteks itulah Dr (C). Ir. Muhammad Hatta, SST., MT., CPS., CPPS., CMPS., CCLS., CTRS., CCHS. dianugerahi Tokoh Pemuda Inspiratif Aceh Utara 2026.

 

Penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menjadi amanah untuk memperluas manfaat dan terus menyalakan optimisme di kalangan generasi muda.

 

Sebab pemuda inspiratif bukan hanya mereka yang mampu berdiri di depan dan berbicara tentang perubahan.

 

Pemuda inspiratif adalah mereka yang bersedia berjalan bersama, membuka jalan, memberi teladan, dan membuat generasi setelahnya percaya bahwa mereka juga mampu melangkah lebih jauh. (arm/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x