x

BMKG Edukasi 102 Nelayan Lhokseumawe Pengetahuan Cuaca

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Okt 2026 11:52 8 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Sebanyak 102 nelayan, penyuluh perikanan dan pemangku kepentingan mengikuti edukasi tentang cuaca dan iklim saat menjalankan aktivitas yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Aula Walikota Lhokseumawe, Rabu 14 Oktober 2026.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya BMKG meningkatkan literasi cuaca dan iklim maritim bagi masyarakat nelayan, khususnya dalam memahami perubahan kondisi cuaca, mengenali potensi bahaya di laut, serta menentukan waktu melaut dengan lebih aman.

 

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Cucu Kusmayancu, S.Kom., mengatakan BMKG secara berkelanjutan memberikan informasi meteorologi, termasuk informasi cuaca dan iklim untuk mendukung berbagai sektor kehidupan masyarakat.

 

Melalui pelaksanaan SLCN di Kota Lhokseumawe, BMKG ingin memastikan informasi cuaca maritim dapat dipahami dan dimanfaatkan langsung oleh para nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Ia berharap pengetahuan yang diberikan dapat membantu nelayan menjalankan aktivitas melaut dengan lebih aman, nyaman, dan sehat, sekaligus mendukung hasil tangkapan yang optimal.

 

Cucu juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat. Karena itu, nelayan membutuhkan edukasi dan pemahaman yang memadai agar mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan perubahan cuaca sebelum memutuskan berangkat ke laut.

 

Menurutnya, pemahaman terhadap informasi cuaca bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan bagian penting dari upaya melindungi keselamatan nelayan.

 

Pembukaan kegiatan tersebut diikuti Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Dr. Andri Ramdhani, M.Si., secara daring melalui Zoom, serta dihadiri jajaran BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

 

Sementara itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe diwakili Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Abdul Hadi, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada BMKG atas penyelenggaraan program tersebut.

 

Menurut Abdul Hadi, kegiatan SLCN merupakan langkah penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan nelayan dalam menghadapi perubahan cuaca serta kondisi perairan.

 

Ia menjelaskan, sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting bagi perekonomian Kota Lhokseumawe dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di kawasan pesisir.

 

Namun, aktivitas melaut memiliki risiko yang tidak ringan. Gelombang tinggi, angin kencang, arus laut, hujan lebat, hingga perubahan cuaca secara tiba-tiba dapat mengancam keselamatan nelayan.

 

Selama kegiatan yang berlangsung satu hari tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan dan pemahaman informasi cuaca serta iklim maritim, cara mengakses dan membaca prakiraan cuaca, pengamatan meteorologi maritim, hingga pengenalan Siklon Senyar.

 

Melalui pembekalan tersebut, nelayan diharapkan mampu memanfaatkan informasi BMKG sebagai salah satu dasar pertimbangan sebelum melaut, bukan hanya mengandalkan pengalaman dan tanda-tanda alam. (ung)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x