
RAKYAT ACEH | KUTACANE — Bantuan alat berat dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat untuk penanganan dampak banjir di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) bermasalah. Sejumlah alat dilaporkan rusak dan tidak dapat beroperasi, sehingga dikhawatirkan menghambat percepatan pemulihan pascabanjir.
Kondisi tersebut membuat Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, kecewa saat meninjau kegiatan rehabilitasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Minggu (25/10).
Berdasarkan amatan dirinya di lapangan, alat yang rusak terdiri dua unit excavator Long Arm tidak dapat bekerja, dua unit excavator PC 200, hanya satu unit yang bisa beroperasi. Satu unit bulldozer juga dilaporkan tidak dapat digunakan.
“Alat berat ini dikirim untuk mempercepat penanganan dampak banjir di Aceh Tenggara. Namun, jika rusak dan tidak bisa beroperasi, tentu sangat disayangkan. Kami berharap vendor segera mengganti alat yang tidak dapat difungsikan,” tegas Salim Fakhry.
Dia meminta Satgas PRR Pusat dan pihak terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Menurutnya, kesiapan alat berat sangat penting untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang rusak, terutama perbaikan tanggul sungai yang jebol guna mengantisipasi banjir susulan.
” Kita harap ini menjadi perhatian pimpinan dipusat, begitu juga berharap pihak penyedia segera memperbaiki atau mengganti alat yang rusak agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sebab, di tengah kebutuhan mendesak pemulihan pascabanjir, peralatan yang tidak berfungsi justru berpotensi memperlambat pekerjaan di lapangan,” Sebut Fakhry.
Diketahui, bantuan alat berat dari Kementerian Dalam Negeri melalui Satgas PRR Pusat itu disiapkan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Agara.
Total peralatan yang disiapkan meliputi dua excavator PC 200, dua PC 75, dua excavator Long Arm*, dua backhoe loader, tiga bulldozer, dua motor grader, dua vibrator roller, satu wheel loader, satu trado, satu water tank truck, serta delapan dump truck. (VAL)
Tidak ada komentar