x

Banyak Jembatan di Aceh Tengah Belum Ditangani Pascabencana,Tokoh Muda Gayo Soroti PUPR Aceh

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 17:57 33 redaksi

RAKYATACEH | TAKENGON – Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan kekecewaan terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh terkait penanganan infrastruktur pascabencana di wilayah tersebut.

Alimin, salah satu pemuda Gayo, menyebut hingga saat ini belum ada satu pun jembatan yang ditangani secara maksimal pascabencana alam yang melanda Aceh Tengah beberapa waktu lalu.
Ia menilai penanganan yang dilakukan dinas terkait terkesan tidak merata atau tebang pilih, khususnya dalam proses pemulihan infrastruktur yang rusak.
Menurut Alimin lagi bukan hanya jembatan begitu juga jalan yang dibawah “tangan” provinsi sampai hari ini masih mengalami kondisi yang payah dilalui. “Apa harus ada korban dahulu baru mendapatkan penanganan dari PUPR Aceh,” tanya Alimi.

Salah satunya Jembatan Gemboyah Kecamatan Linge, Aceh Tengah, Yang sering menjadi masalah bagi pengendara roda empat dan roda dua.
“Jembatan ini mengalami kerusakan parah. Dan jika dipaksa dilalui itupun harus dengan sangat hati-hati, ” ujar Alimin.
Derasnya air hujan mengakibatkan jembatan Gemboyah sudah beberapa kali dikerjakan secara swadaya oleh warga setempat.

Begitu juga dengan jalan lintasan Jagong-Isaq, hancur total beberapa tahun yang lalu sampai saat ini tanpa ada perbaikan dari pihak terkait.
Alimin Linge menilai Kepala Dinas PUPR tidak berguna bagi masyarakat gayo Khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, “Karena dianggap selama ini tidak adil dalam membangun aceh,” lanjut Alimin lagi.
Alimin berharap kepada pemerintah Aceh Khusunya Kepada Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf agar segera memerintahkan Dinas PUPR turun ke Aceh Tengah untuk langsung melihat kondisi Jembatan dan jalan yang seharusnya menjadi wewenang PUPR Aceh, (jur/mar)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x