x

Bencana Lumpuhkan 2.000 Jargas di Lhokseumawe, PGN Didesak Lakukan Pemulihan Cepat

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Apr 2026 09:13 10 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE- Dampak banjir dan longsor yang melanda Kota Lhokseumawe pada 26 November 2025, memicu gangguan serius pada infrastruktur energi rumah tangga. Sedikitnya 2.000 sambungan jaringan gas (jargas) dilaporkan mengalami kerusakan, memaksa ribuan warga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.

 

Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe (PT PL), Habibillah, kepada Rakyat Aceh, Rabu (1/4), menyampaikan bahwa kerusakan terjadi akibat tekanan bencana alam yang menghantam sejumlah titik jaringan, khususnya di Kecamatan Muara Satu dan Muara Dua.

 

Menurutnya, meski aliran gas masih tersedia secara teknis, tekanan yang tidak stabil membuat distribusi tidak optimal. “Gangguan ini berdampak langsung pada masyarakat. Banyak pelanggan tidak dapat menggunakan gas sebagaimana mestinya,” ujarnya.

 

Tim teknis di lapangan telah mengidentifikasi sedikitnya lima titik kerusakan utama yang menjadi penyebab terganggunya layanan. PT PL pun telah menyampaikan laporan resmi kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), mendesak percepatan koordinasi dan perbaikan.

 

Habibillah menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan data lengkap kerusakan dan optimistis PGN segera menurunkan tim teknis. “Kami berharap respons cepat agar distribusi gas kembali normal dan masyarakat tidak terus terdampak,” katanya.

 

Di tengah krisis tersebut, PT PL mencatat adanya tren positif dalam kesadaran pelanggan. Tingkat tunggakan pembayaran jargas dilaporkan menurun seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat penggunaan gas rumah tangga yang lebih efisien dan terjangkau.

 

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT PL, Muntazar, menyampaikan bahwa program ekspansi jargas tetap berjalan. Bersama PGN, pihaknya tengah mengusulkan penambahan 5.000 sambungan baru untuk wilayah Blang Mangat dan Banda Sakti.

 

Usulan tersebut telah diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sembari dilakukan pendataan calon penerima manfaat dan sosialisasi program kepada masyarakat. “Program ini sangat strategis untuk mendukung kebutuhan energi rumah tangga yang lebih hemat dan ramah lingkungan,” ujar Muntazar.

 

PT PL berharap pemerintah pusat segera merespons usulan tersebut, sehingga perluasan jaringan gas dapat segera direalisasikan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Lhokseumawe.

 

Kondisi ini menegaskan pentingnya ketahanan infrastruktur energi di tengah ancaman bencana, sekaligus menjadi ujian bagi kecepatan respons dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menjaga layanan publik tetap berjalan. (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x